Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Delapan rumah dinas dosen Universitas Syiah Kuala di bongkar paksa oleh petugas Satpol PP di bantu Polri, serta petugas keamanan Universitas Syiah Kuala. Sejumlah barang milik warga di kosongkan dari dalam rumah, dan bangunannya juga di bongkar secara langsung.

Meskipun pihak Universitas Syiah Kuala telah melayangkan surat pemberitahuan kepada penghuni rumah berulang kali, namun warga saat itu tetap bertahan untuk memperoleh kejelasan terkait kepemilikan aset tanah tersebut.

Hingga saat ini pembongkaran terus dilakukan oleh petugas yang ada di lokasi. Kasat Pol PP WH Banda Aceh , Ardiansyah mengatakan, pihaknya hanya menjalankan tugas untuk melakukan penertiban, namun tidak dapat dipungkiri pada saat pertama dilakukan penggusuran sempat terjadi negosiasi dengan warga.

“Kita hari ini diminta penertiban oleh Unsyiah, untuk pengosongan rumah yang dihuni oleh beberapa dosen lama, yang mana nantinya setelah pengosongan rumah, dari pihak USK akan membangun Fakultas FKIP. Untuk pengosongan ini sebenarnya tidak ada maksa memaksa, sebab sebelumnya yang kita tahu pihak Unsyiah sudah melayangkan surat sekitar 5 surat yang disampaikan bahwa ini akan digunakan untuk kepentingan umum,” jelas Ardiansyah, Kasat Pol PP WH Banda Aceh

Hafiz Mubarak mengatakan, kecewa dengan sikap penggusuran paksa ini, keluarganya merasa kecewa, lantaran mereka telah menghuni rumah tersebut sejak 40 tahun lebih.

“Kita sekeluarga merasa sangat kecewa dengan penggusuran paksa ini sebab kita sudah tinggal disini sejak 4O tahun lebih. Kita pihak keluarga meminta kepada unsyiah untuk menunjukan bukti bahwa tanah ini sudah serah terima dari pihak pemda ke pihak unsyiah. Kalau belum kita akan mengacu pada aturan Pemda di SK tahun 86 bahwa selama rumah ini masih ditempati oleh dosen atau istri dosen rumah ini tidak boleh di ambil pihak unsyiah,” ungkap  Hafiz Mubarak, Warga.

Saat ini proses pembongkaran rumah tersebut terus dilakukan oleh petugas, sejumlah barang perabotan dan lainnya telah di keluarkan petugas dari dalam rumah. Namun, sejumlah warga kebingungan untuk membawa barang mereka, lantaran tidak ada tempat lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini