Aceh Barat – Pujaacehtv.com – Beginilah detik-detik aksi wanita dan pria bertopeng yang terlibat bentrok dengan petugas Satpol PP di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau P2TP2A, Kabupaten Aceh Barat, pada Rabu (3/11) siang kemarin.

Aksi saling dorong antara putugas Satpol PP dengan massa tak terhindarkan, saat perserta aksi hendak menerobos masuk ke dalam kantor DP3AKB. Sehingga terjadi aksi kekerasan dan arogansi dari oknum Satpol PP, yang mengakibatkan massa aksi terluka.

Dalam video amatir terlihat oknum Satpol PP mengejar dan menendang seorang peserta aksi dan memukul dengan pentungan, akibatnya sebanyak 5 orang peserta aksi dan satu di antaranya wanita mengalami luka-luka dibagian kepala dan tangan.

Aksi yang dilakukan para wanita bertopeng ini, mereka menuntut pengusutan kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang hingga kini pelakunya belum ditangkap dan diproses.

Sebelum melakukan aksi ke kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, masa juga sempat melancarkan aksinya ke Mapolres Aceh Barat.

Rona Julianda, Korlab Aksi, mengatakan, mereka mendesak aparat kepolisian setempat untuk menindak oknum polwan yang diduga menghentak meja di depan korban pelecehan seksual anak dibawah umur berinisial N, sehingga korban mengalami trauma.

“Awalnya kita berencana masuk kedalam untuk meminta klarifikasi, tiba-tiba kawan perempuan kita ditarik kedalam, kemudian ada teman kita dari laki-laki mengatakan jangan dulu pak? biar kami aja yang akan menenangkan teman-teman perempuan. Tiba-tiba ada salah satu oknum Satpol PP dengan gegas menendang dan mendorong sampai  teman kita tersebut jatuh sampai luka dan teman lain juga dikejar oleh pihak Satpol PP,” jelas Rona Julianda, Korlap Aksi.

Tidak hanya itu, peserta aksi juga mendesak polisi menindak oknum polisi di Polsek Arongan Lambalek, Aceh Barat, yang menurut pengakuan ayah korban pelecehan seksual meminta uang 2 juta rupiah jika ingin anaknya dijemput dari Kabupaten Aceh Timur. Peserta demo juga mendesak polisi menyeret keluarga pelaku yang turut serta, memfasilitasi pelaku dalam peristiwa rudapaksa pemerkosaan yang dialami korban di rumah mereka di Aceh Timur.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP-WH Kabupaten Aceh Barat, Dodi Bima Saputra, mengaku, bentrok dan kericuhan ini dipicu massa mencoba masuk ke kantor dinas namun terjadi sedikit insiden saling dorong antara para aksi.

“Insiden tersebut berawal dari saling dorong antara para aksi sehingga memicu betrok dan kericuhan. Terkait pemukulan itu kami rasa kami juga menjaga diri dan menjaga aset kami dan kami juga meminta dan merangkul adik-adik kami agar tidak bertindak anarkis,” jelas Dodi Bima Saputra, Plt Kasatpol PP-WH Kabupaten Aceh Barat.

Hingga kini, aksi kericuhan dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP ini, para peserta aksi telah melaporkan ke Mapolres Aceh Barat. Sementara 5 peserta aksi yang menjadi korban kekerasan sudah dibawa kerumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk divisum dan mendapatkan penanganan medis.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini