BANDA ACEH – PUJATVACEH.COM – Yusra Habib Abdul Gani deklarator Negara Aceh Darussalam di pengasingan meminta seluruh eksekutif dan legislatif serta seluruh aparatur sipil di Aceh agar tunduk kepada Perdana Menteri Nanggroe Aceh Darussalam di pengasingan pasca 3 Desember 2020. Dalam deklarasi tersebut, Organisasi ASNLF dan mantan kombatan di Aceh juga harus bergabung dengan Negara Aceh Darussalam di pengasingan.
“Pejuang ASNLF yang berjuang di dalam atau di luar negeri tidak ada lagi segera bergabung, tidak ada lagi fraksi bangsa Aceh yang terpecah, dan kita wujudkan Aceh yang mapan untuk membangun peradaban Aceh yang mulia dan bermartabat” ujarnya.
Sementara itu, ASNLF melalui juru penerangnya Nasir Usman yang dihubungi Puja TV Aceh mengatakan bahwa, ASNLF mengaku tidak tahu terkait deklarasi tersebut, padahal dirinya juga tinggal di negara Skandinavia yang sama dengan Yusra yaitu Denmark.
Nasir Usman juga menyebutkan, selama ini organisasi ASNLF aktif berjuang melalui diplomasi hingga pada organisasi di bawah naungan PBB UNPO. ASNLF selama ini ikut aktif berdebat dengan diplomat Indonesia di forum internasional malah tidak dilibatkan dalam deklarasi tersebut.
“Kami, ASNLF tidak tau atas pembentukan Negara Aceh Darussalam dan atas pelantikan Perdana Menteri Negara Aceh Darussalam serta kami terlibat di dalamnya” tegasnya.
Puja TV juga sudah mencoba menghubungi Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Azhari Cagee untuk meminta tanggapan terkait hal ini, tapi hingga berita ini ditayangkan, Puja TV belum mendapatkan balasan untuk wawancara dengan juru bicara mantan kombatan ini.


