Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Banjir yang terjadi akibat luapan beberapa sungai di Aceh Utara terus meluas hingga ke dua belas kecamatan, ketinggian air terus bertambah dari enam puluh senti hingga satu meter lebih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas, mengatakan, banjir yang terjadi sejak rabu kemarin merendam 112 desa di dua belas kecamatan. Akibatnya dua puluh lima ribu lebih jiwa dari tujuh ribu keluarga terpaksa mengungsi di tempat pengungsian yang tersebar di delapan puluh titik. Bahkan seorang lansia berusia 72 tahun di kecamatan Cot Girek, Aceh Utara dilaporkan meninggal dunia akibat terjebak banjir.

Kecamatan yang terparah terdampak banjir yakni Pirak Timu, Matangkuli, dan Lhoksukon dengan ketinggian air rata-rata satu meter.

Sementara Pemerintah Aceh melalui BPBA telah menyalurkan bantuan masa panik, namun bantuan tersebut belum tersalurkan secara merata, terutama di kawasan pedalaman terdampak banjir.

“Banjir melanda di 12 kecamatan, yang terparah di kecamatan pirak timu, lhoksukon dan kecamatan matangkuli. Untuk pengungsi itu sendiri berjumlah 34.000 lebih yang terdampak itu lebih kurang sekitar 9.500 KK“ kata Ilyas, Kalaksa BPBA.

Banjir ini terjadi akibat intesitas hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir yang mengguyur pegunungan Bener Meriah dan Aceh Utara, sehingga sungai Krueng Keureuto, Krueng Pasee dan Krueng Pirak meluap dan sejumlah tanggul juga ikut jebol.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments