Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh mengeluarkan peringatan dini terjadinya gelombang tinggi di perairan Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen serta kawasan pesisir Utara Aceh. Kondisi itu diperkirakan terjadi pada sore menjelang malam hari  dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter.

Potensi cuaca extream ini terjadi akibat sebagian wilayah Aceh memasuki musim pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim hujan, sehingga adanya pertumbuhan awan di wilayah perairan Selat Malaka.

Kepala BMKG Malikussaleh, Siswanto, mengatakan bahwa kecepatan angin di wilayah perairan Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe dan sekitarnya diperkirakan berdampak pada tingginya gelombang yang mencapai 2,5 meter yang akan terjadi selama 2 hari ke depan.

Pihak BMKG mengimbau nelayan agar meningkatkan kewaspadaannya karena terdapat beberapa potensi cuaca extream yang rawan terjadi bencana baik bencana di daratan maupun bencana di lautan. Seperti angin kencang maupun puting beliung serta hujan sedang, lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang yang berdampak pada tingginya gelombang.

“Potensi ketinggian gelombang untuk saat ini sampai nanti sore di wilayah pesisir masih di kategori 0,1 sampai 0,5 meter dan di wilayah Selat Malaka Utara masih berada di bawah 2 meter. Namun besok hingga 2 hari ke depan ada potensi tinggi gelombang akan meningkat karena ada indikasi kecepatan angin yang menghembus ke wilayah perairan khususnya di Bireuen, Aceh Utara dan Lhokseumawe mengalami kenaikan,” ucap Siswanto.

Puncak musim hujan itu akan masuk pada akhir Oktober – Desember 2022 dan berakhir pada Januari 2023. Untuk itu, BMKG menyarankan semua pihak memperhatikan resiko keselamatan seperti resiko keselamatan nelayan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments