Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam GEMPA, melakukan aksi demontrasi di kantor Bupati Aceh Barat .

Massa aksi mendesak Bupati Aceh Barat untuk mencopot Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), karena dianggap telah mengabaikan laporan warga terkait pelecehan seksual anak dibawah umur .

Dalam orasinya, para pendemo menuntut pencopotan Kadis DP3AKB dari jabatannya, serta pemberhentian seorang psikolog yang diduga tidak berkompeten dan tidak menanggapi serius kasus kekerasan seksual terhadap anak di Aceh Barat, sehingga penanganan gangguan psikologi korban pelecehan seksual tidak diatasi dengan baik .

Mahasiswa juga mendesak Dinas DP3AKB, agar menyediakan ruang khusus untuk korban, saat pendampingan penyelesaian kasus pelecehan seksual terhadap anak atau perempuan .

Selain itu, mahasiswa juga meminta Bupati Aceh Barat untuk mengevaluasi kinerja Satpol PP-WH, atas tindakan kekerasan oknum Satpol PP terhadap mahasiswa saat pengamanan aksi.

Aksi ratusan mahasiswa tersebut membentangkan bendera dari berbagai lembaga, karton dan spanduk yang bertuliskan sejumlah sindiran maupun kritikan terhadap institusi pemerintah, yang dinilai tidak proaktif dalam menyelesaikan kasus masyarakat. Aksi damai mahasiswa juga mendapatkan pengamanan ketat pihak kepolisian Polres Aceh Barat.

“Kami hari ini melakukan aksi di 2 tempat, pertama di depan dinas DP3AKB kami menuntut agar dinas terkait untuk mencopot atau menggantikan kadis baru yang lebih berkompeten. Selain itu juga kita meminta untuk menyediakan ruangan khusus penanganan kasus pelecehan seksual terhadap anak dan aksi kedua kita meminta kepada Bapak Bupati untuk mencopot Kasatpol PP agar digantikan karena dialah yang bertanggung jawab. Jika aksi ini belum tercapai kita akan turun lagi ke jalan untuk menyuarakan kebenaran agar kasus ini cepat diselesaikan,” jelas Alfarabi, Korlap Aksi.

Aksi damai mahasiswa ini, disambut langsung oleh Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, drs. Husaini, dikarenkan Bupati dan Sekda sedang berada diluar daerah .

Namun, massa memberikan petisi yang berisi tuntutan aksi. Melalui sambungan telepon Bupati Aceh Barat menyetujui tuntutan mahasiswa, yang ditandatangani diatas materai 10 ribu oleh Asisten II Pemkab Aceh Barat.

 “Kita sudah berkoordinasi bapak sekda, dan sudah kita tindak lanjuti mudah-mudahan masalah ini cepat tuntas dan tidak berbelit, insyaAllah kita akan proses,” ungkap Drs. Husaini, Asisten II Pemkab Aceh Barat.

Selain di kantor bupati aceh barat , aksi mahasiswa juga dilakukan di kantor dinas dp3akb . usai tuntutan mereka diterima dan akan ditindaklanjuti oleh pemkab aceh barat , kemudian massa membubarkan diri dengan damai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini