Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Fitriani, seorang guru sekolah menengah kejuruan, di Kecamatan Samatiga Aceh Barat, yang tewas diduga akibat mengalami perampokkan di rumahnya sendiri pada Kamis malam (4/11) lalu.

Para pelayat kerabat korban terus berdatangan untuk memberikan ucapan duka belasungkawa kepada keluarga .

Sepulang dari mesjid jasad Fitriani pertama kali ditemukan oleh Agusni Suami korban, di belakang rumah dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan .

Fitriani meninggal dunia diduga kuat akibat adanya aksi perampokan, karena telepon genggam dan perhiasan sebanyak 98 gram atau 35 mayam emas, hilang dari tubuh korban.

Kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan, pada bagian kepala korban adanya bekas luka berat yang diduga dihantam dengan batu oleh pelaku, karena di lokasi suaminya menemukan batu yang berlumuran darah.

“Saya awalnya pergi untuk shalat magrib dan saya pulang setelah shalat insya, ketika saya pulang saya mencari istri, tiba-tiba melihat istri saya sudah meninggal dibelakang rumah rumah dan banyak darah di batu. Selain itu gelang emas yang dipakai istri saya juga hilang serta HP,” ungkap Agusni, Suami Korban.

Sementara itu, Kapolsek Samatiga, Iptu Pipin Pangabean mengatakan, saat ini Satreskrem Polres Aceh Barat telah memeriksa sebanyak empat orang saksi, dan sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti di TKP.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pengungkapan pelaku pembunuhan guru SMK Arongan Lambalek tersebut dengan cara menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian jika terdapat hal yang mencurigakan.

“Adapun saksi yang sudah kami periksa baru sekitar 4 orang yaitu, suami koban, anaknya dan orang yang mengetahui setelah ditelepon oleh suami korban. Menurut keterangan suami korban bawah ditubuh korban ada yang hilang berupa emas kalung 20 mayam dan gelang sekitar 15 mayam yang dipakai oleh korban. Saya mohon do’anya dan dukungannya dari masyarakat, sekecil apapun informasi tolong sampaikan kepada kami maupun Satreskrem Polres Aceh Barat,” jelas Iptu Pipin Pangabean, Kapolsek Samatiga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini