Aceh merupakan daerah yang memiliki keistimewaan dan berbedaa dengan daerah lain di seluruh Indonesia. Sebagai daerah Istimewa, Aceh memiliki setidaknya tiga hal kekhususan, yakni: Pendidikan, Kebudayaan dan Agama. Kekhususan itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Segala bentuk kekhususan Aceh menjadi modal awal bagi Aceh untuk menjadi daerah yang maju dan bersyariat.

Salah satu tantangan dalam kehidupan masyarakat Aceh adalah mulai tergerusnya nilai-nilai ketauhidan yang selama ini sangat melekat pada diri masyarakat Aceh. Akibatnya muncul berbagai masalah seperti Kemiskinan, Pergaulan yang tidak islami, budaya yang semakin bebas, kejahatan, pembunuhan, dan masuknya barang-barang haram seperti narkoba yang akan mengancam generasi Aceh kedepan.

Permasalahan ini sebenarnya telah diselesaikan dengan hadirnya semangat keislaman dan ketauhidan yang tumbuh pada orang Aceh. Selain itu Kekhususan Aceh yang termuat dalam UUPA turut serta memperkuat pelaksanaanya secara legal dan disupport oleh Pemerintah Pusat. Namun demikian tergerusnya nilai-nilai Tauhid ini sudah semestinya dibicarakan para stakeholder sehingga nilai keislaman dan ketauhidan dalam masyarakat Aceh dapat tetap dipertahankan sepanjang masa.

Untuk itu, TOKOH ACEH NASIONAL menyelenggarakan FGD yang diinisiasi oleh Prof. Erman Anom dengan tema: “Islam dan Ketauhidan orang Aceh” dengan Narasumber:

1. Dr. Ir. H Mustafa Abubakar. (Mantan Menteri BUMN/BULOG dan Tokoh Aceh)
“Menumbuhkan Semangat Kekhususan dan Syariat Islam di Aceh”
2. M. Nasir Djamil S.Ag., M.Si (Ketua Forum Bersama Anggota DPR-RI dan DPD-RI Asal Aceh)
“Regulasi, Tantangan dan Hambatan Syariat Islam di Aceh”
3. Tu sop (Ulama Aceh)
“Aceh, Tauhid dan Syariat Islam”

Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 27 Mei 2021 WIB secara online baik menggunakan Zoom Meeting dan juga Live di Kanal Youtube.

Dr. Teuku Zulkhairi, MA

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments