Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Proyek pengendalian banjir Krueng Buloh, di Kawasan Desa Keudeu, Blang Ara yang bersebelahan dengan Desa Krueng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, kembali roboh, sejak beberapa pekan terakhir.
Padahal bangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020 tersebut, baru saja diperbaiki usai roboh pada awal tahun 2021 lalu, bahkan saat ini, kondisi kerusakan tebing semakin parah.
Menurut informasi yang diperoleh dari layanan pengadaan secara elektronik atau LPSE Provinsi Aceh, proyek ini dimenangkan oleh PT. Amar Jaya Pratama Group, dengan nilai pagu sebesar Rp. 11.329.848.200,00 serta nilai HPS sebesar Rp. 11.329.350.219,23.
Jailani Zakaria, salah seorang tokoh masyarakat Buloh Blang Ara, mengatakan, sebelumnya tim Kejaksaan Negeri Aceh Utara telah turun ke lokasi untuk meninjau proyek tersebut, namun hingga saat ini masyarakat belum mengetahui hasil dari penyelidikan yang dilakukan.
Masyarakat berharap, agar aparat penegak hukum segera menelusuri kasus ini, karena mereka khawatir robohnya tebing tersebut akan mengakibatkan banjir.
“Sampai saat ini masyarakat Buloh Blang Ara belum melihat hasil dari pada penyelidikan yang telah dilakukan Kejaksaan Negeri Aceh Utara. Kami mengharapkan permasalahan ini betul-betul ditindak lanjuti segera sebab tanggul ini udah runtuh dan roboh untuk kedua kali pasca di bangun. Terkait tenggul kalau saya lihat pembangunan ini dibawah standar jika memang sesuai spek tidak akan runtuh seperti ini”, jelas Jailani Zakaria, Tokoh Masyarakat Buloh Blang Ara.
Kasus proyek tebing pengendalian banjir Krueng Buloh ini, telah memasuki tahap penyelidikan di Kejaksaan Negeri Aceh Utara. Bahkan warga mengaku, pihak kejaksaan telah mengekspose bahwa kualitas konstruksi bangunan proyek tersebut di bawah standar.



