ACEH TIMUR – PUJATVACEH.COMMeski memiliki keterbatasan fisik, Sofyan selaku kepala sekolah SMP Satu Atap Kuala Simpang Ulim  sangat gigih menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik, dan menggunakan metode belajar yang kreatif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi yang sedang berkembang pesat di-era revolusi industri 4.0 dan di tengah pandemi Covid 19.

SMP Simpang Ulim ini berjarak 58 km dari ibu kota Kabupaten Aceh Timur. Disekolah tersebut guru PNS hanya satu orang, yang lainnya adalah guru honorer .

Untuk itu, sang kepala sekolah memanfaatkan  kecanggihan teknologi dalam mengajar, sehingga kualitas pendidikan di sekolah terpencil itu  tidak kalah dengan sekolah-sekolah yang ada di kota.

“Kami menggunakan technologi smart (koneksi internet dengan televisi) saat belajar mengajar, sesuai mata pelajaran dan kurikulum sekolah, hal itu ampuh dan  memudahkan para murid menyerap ilmu yng disampaikan.” ujar Sofyan.

Foto : Sofyan, kepala sekolah SMP Satu Atap Kuala Simpang Ulim Aceh Timur. 

“Bisa dikatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur merupakan satu-satunya dinas di Indonesia yang menghargai orang seperti saya,  khususnya Bupati Aceh timur” imbuh Kepala Sekolah SMP Satu Atap Kuala Simpang Ulim tersebut.

“Saya tidak tampil beda karena saya beda, saya sangat sempurna dikasih Allah Swt”, tuturnya.

Sofyan merupakan satu-satunya kepala sekolah di Aceh Timur yang memiliki keterbatasan secara fisik, dengan kepercayaan yang diperolehnya dari pemerintah daerah, sofyan bisa memperlihatkan kepada dunia, keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk berkarya dan menggapai cita-cita.

Semoga semangat dan kegigihan sofyan  bisa menjadi kisah inspiratif bagi penderita difabel lain di Indonesia,  khususnya Aceh.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments