Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Pasca aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di DPRK Lhokseumawe oleh para mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhokseumawe yang berlangsung ricuh dan mengakibatkan, sejumlah kaca di kantor wakil rakyat itu pecah serta dua mahasiswa dan satu perwira polisi terluka.

Aris Munandar, koordinator lapangan aksi menggelar konferensi pers dihadapan sejumlah awak media. Dirinya mengatakan bahwa kericuhan yang terjadi bukan dipicu oleh kalangan mahasiswa, tapi oleh penyusup yang identitasnya belum diketahui. Karena selaku korlap dirinya sudah menghimbau jangan berbuat anarkis dan setiap mahasiswa memakai baju almamater, jika tidak punya baju almamater maka memakai pita merah di lengan.

“Menyampaikan kepada masyarakat khususnya Kota Lhokseumawe dan kepada teman-teman bahwasanya aksi yang kami lakukan kemarin ketika terjadinya kericuhan bahwasanya itu bukan daripada kami, bukan dari kalangan mahasiswa yang melakukan aksi anarkis. Ketika anarkis terjadi saya berulang kali memperingatkan kepada orang yang disebut juga sebagai penyusup yang melakukan kericuhan agar jangan anarkis dan jangan melanggar hukum dan jangan merusak fasilitas negara, maka dari itu kami ingin menyampaikan bahwasanya yang melakukan anarkis kemarin pada aksi aliansi mahasiswa unimal bahwasanya itu bukan dari kalangan mahasiswa itu sendiri“ kata Aris Munandar, Korlap Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments