Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Forum Koordinasi Calon Daerah Otonomi Baru (Forkoda CDOB) Aceh, Sabtu (30/10) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke dua di ruang serba guna Gedung DPR Aceh.

Acara yang dimulai sejak pagi hingga selesai pada pukul 21.30 wib ini, langsung dibuka oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Dahlan Jamaluddin. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah unsur TNI, Polri, serta perwakilan Pemerintah Aceh.

Selain itu, perwakilan dari CDOB, yakni CDOB Kabupaten Aceh Selatan Jaya (Asja), Kabupaten Aceh Raya, Kabupaten Selaut Besar, Kabupaten Aceh Malaka, Kota Panton Labu, serta Kota Meulaboh.

Hasil Musda ke-II tersebut menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya pergantian kepengurusan dari HM. Dahlan sulaiman, yang menjabat pada tahun 2017-2021, kepada Fuadri yang akan menjabat pada tahun 2021 hingga 2025 mendatang, serta melahirkan masa kerja jabatan baru.

Meski sempat alot dan terjadi walk out, dari perwakilan CDOB Kota Panton Labu, dikarenakan ada beberapa keputusan yang tidak bisa di terima. Namun, kegiatan itu tetap berlangsung dengan lancar, serta dinamika tersebut dapat diselesaikan.

Ketua panitia Musda kedua Forkoda CDOB mengatakan, ada beberapa kriteria yang akan menjadi pertimbangan untuk dapat menjadi calon ketua mendatang, dan semua calon ketua diusulkan oleh anggota CDOB daerah masing-masing.

“Dengan terpilihnya bapak Fuadi sebagai Perwakilan CDOB Kota Meulaboh dan beliau juga sebagai DPR Aceh untuk masa jabatan 2021 sampai 2025, kami Mengharapkan  Aceh dapat lebih baik ke depannya,” Ungkap Muslim Syamsuddin, ketua Panitia Musda

Sementara itu, ketua terpilih Fuadri dari perwakilan CDOB Kota Meulaboh mengatakan, Forkoda CDOB merupakan suatu tujuan untuk mengejar ketertinggalan dan kesetaraan pembangunan di Aceh, serta ia akan memperjuangkan hal tersebut.

Ia juga menambahkan, meski ada moratorium mengenai tidak adanya pemekaran di wilayah indonesia, namun dirinya berharap ini dapat terlaksana dan berharap agar perekonomian di indonesia terus membaik.

“Kami ingin mengejar ketertinggalan dari 6 Daerah CDOB ini, agar kesetaraan pembangunan di Aceh dapat terpenuhi, dengan adanya pemakaran prioritas ini, pertama kami akan tujukan untuk pembangunan dan akses dalam berbagai hal,” Ungkap Fuadri, Ketua Forkoda Cdob Aceh Terpilih.

Dirinya berharap dan optimis, agar perjuangan masyarakat dalam hal gagasan lahirnya calon daerah otonomi baru (CDOB), menjadi  daerah otonomi baru (DOB) di Aceh, serta bisa menjadi solusi bersama dalam membangun aceh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini