ACEH UTARA – PUJATVACEH.COMMasyarakat yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan di kawasan Muara Batu Aceh Utara, mengalami kesulitan akibat terjadinya kedangkalan Muara Bungkah, sejak beberapa tahun terakhir.

Kondisi dangkalnya muara ini semakin diperparah saat air laut surut, nelayan yang telah menyandarkan perahu tradisional miliknya di muara tersebut, tidak bisa keluar untuk melaut dan harus menunggu hingga air laut pasang.

Selain itu, sejumlah nelayan juga terpaksa menyandarkan perahu miliknya di pesisir pantai. Akibat dampak dari kedangkalan muara,  dengan resiko hilangnya perahu hingga hingga rusak akibat diterjang ombak besar.

Foto : Muara Sungai di Muara Batu Yang Tampak Mulai Dangkal.

Muara ini merupakan pintu utama bagi nelayan sekitar untuk bisa keluar masuk ke laut, kondisi ini sudah terjadi sejak tahun 2010 lalu dan  diperparah dalam dua tahun terakhir. Namun hingga saat ini belum ada penanganan dari pemerintah daerah setempat.

Geuchik Keude Bungkah Jamaluddin mengatakan, sebelumnya nelayan sembat mengatasi kedangkalan muara tersebut secara swadaya.  Dengan cara bergotong royong secara tradisional. Namun hal tersebut tidak bertahan lama karena tidak adanya batu pemecah ombak, sehingga kikisan pasir terus menimbun muara sungai.

“sebelumnya nelayan juga sempat mengajukan permohonan agar dilakukan normalisasi. Serta  membangun batu pemecah ombak di sepanjang aliran muara sungai. Namun hingga saat ini tak kunjung direalisasikan,”Ungkap Geuchik Keude Bungkah, Jamaluddin.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments