Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Tingginya permintaan minyak sawit mentah, atau cpo secara nasional, mempengaruhi harga tandan buah segar (TBS) sawit, hingga 30 rupiah perkilogramnya.

Meski mengalami kenaikan harga, namun pasokan atau produksi tandan buah segar di tingkat petani sawit, maupun pengepul berkurang hingga 25 persen.

Dampak ini dirasakan oleh perusahaan kelapa sawit milik PT IKA Bina Agro Wisesa. Biasanya perusahaan tersebut mampu menampung hingga 700 ton tandan buah segar perhari.

Namun dalam musim trek ini, para pengepul hanya mampu mensuplai 500 ton TBS perhari, artinya produksi minyak sawit mentah (CPO), yang biasanya berkisar 124 ton, menurun drastis  hingga 90 ton perhari.

Peralihan musim panas ke musim penghujan, menjadi salah satu faktor produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil, di sejumlah perusahaan kelapa sawit di Aceh Utara mengalami penurunan, juga berdampak pada kualitas tandan buah segar, berkurang hingga 17% dari jumlah TBS kering.

“Bisanya kita produksi sekitar 700 ton TBS perhari dan menghasilkan CPO sekitar 124 ton, tapi selama musim trek ini memang sangat kelihatan, biasanya rata-rata 700 ton, sekarang hanya 400 sampai 500 ton, jadi kehilangan 200 ton pada musim trek ini”, jelas  Suyanto, Kepala Bagian Audit Internal dan HRD PT. IBAS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini