ACEH BARAT – PUJATVACEH.COM – Guna meningkatkan perekonomian dan Pembangunan Infrastruktur. Pemerintah Aceh Bersama Pemerintah Aceh barat, Menyerahkan Sebanyak 39 Unit Rumah Komunitas Adat Terpencil atau KAT. di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen. Minggu, (25/10/20).

Bupati Aceh Barat Ramli MS dan Asisten II Teuku Ahmad Dadek Saat Menyerahkan Bantuan Rumah Bagi Komunitas Adat Terpencil di Aceh Barat.

Bupati Aceh Barat, H Ramli MS mengatakan pembangunan sebanyak 39 unit rumah KAT, sebagai bentuk perhatian Pemerintah kepada masyarakat perdalaman yang teriolir di wilayah Desa Sikundo. bantuan Rumah tersebut menggunakan Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN) dan (APBA), yang selesai dibangaun pada tahun 2019 lalu.

“Rumahkan sudah dibangun cuma yang perlu kita dorong lagi nanti untuk pembangunan infrastruktur jalan dan masalah perlengkapan alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh warga disini,” kata H Ramli MS.

Menurutnya, masyarakat Desa Sikundo saat ini masih sangat manja dan perlu adanya bimbingan, maka dari itu ia nantinya, meminta kepada pihak-pihak terkait seperti Camat, Koramil da Kapolsek sekitar untuk tetap terus membimbing masyarakat di desa Sikundo agar menjadi desa yang maju.

“Yang kita harapkan masyarakat yang mendapatkan bantuan ini semoga dia serius bermukim disini dan kembangkan kampung ini, kita Pemerintah Kabupaten Aceh Barat siap mendorong agar desa ini menjadi maju,” ujar Ramli.

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Aceh, Teuku Ahmad Dadek mengatakan. Pemerintah Aceh berharap masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Aceh Barat, harus mampu mengelola aneka bantuan yang sudah diberikan oleh pemerintah menjadi produk yang bisa menghasilkan pendapatan masyarakat.

Bantuan yang sudah diserahkan tersebut masing-masing bantuan jatah hidup (jadup) selama satu tahun penuh bersumber dari APBN dan APBA, kemudian bantuan bibit palawija beserta peralatan kerja, bantuan bibit jagung beserta pupuk.

“Bahkan, Pemerintah Aceh juga sudah menyalurkan bibit tanaman keras berupa bibit tanaman salak, dan masing-masing kepala keluarga mendapatkan 110 bibit,” Jelas Dadek menambahkan.

Selain itu, seluruh rumah yang ada di KAT Sikundo juga telah dialiri aliran listrik atas kerjasama PT PLN (Persero) wilayah Aceh dengan Dinas Pertambangan Energi Aceh. Bahkan untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MKC), kata dia, juga sudah dibangun dari dana corporate social responsibility (CSR) PT Mifa Bersaudara,” katanya menuturkan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments