ACEH UTARA– PUJATVACEH.COM Musibah Banjir yang terjadi dalam beberapa pekan yang lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara memperpanjang status tanggap darurat penangganan bencana banjir dan longsor dari tanggal 18 hingga 31 desember 2020.

Perpanjangan status darurat bencana atas pertimbangan melihat intensitas hujan masih tinggi, namun Pemkab Aceh Utara masih fokus pada tahap pendataan sejumlah kerusakan infrastuktur pasca banjir. Dikarenakan bencana alam banjir langganan tahunan sejak dua pekan terakhir melanda kabupaten aceh utara mulai surut.

Dampak dari banjir tersebut merusak sejumlah tanggul dan bendungan, maka dari itu, pemerintah terus melakukan pendataan untuk dilakukan rehap rekon mengantisipasi banjir susulan.

Sekretaris Daerah (SEKDA) Aceh Utara, DR. A Murtala menyampaikan, pertimbangan dilakukan perpanjangan status tanggap darurat bencana alam, diantara lain, pertama berdasarkan laporan dari pihak bahwa potensi hujan di wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah masih tinggi diperkirakan sampai januari 2021. Selain itu, laporan dari posko-posko BPBD yang ada di Aceh Utara juga masih adanya kemungkinan-kemungkinan meningginya kembali debit air sungai di wilayah tersebut.

“Sudah disepakati dalam pertemuan, ketika direncanakan perpanjangan tanggap darurat sampai 31 Desember, artinya perpanjangan dilakukan setelah perpanjangan 14 hari, kemudian ditambah 14 hari lagi, ujarnya”.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, mengimbau kepada masyarakat yang selama ini menjadi daerah rawan banjir khususnya di Aceh Utara tetap waspada terhadap cuaca buruk yang kemungkinan terjadi. Sejauh ini untuk posko induk di BPBD masih aktif dalam hal penanggulangan bencana, juga ada posko pada titik tertentu agar dapat menerima pelaporan cepat apabila terjadi sesuatu, sehingga akan dilakukan penanganan secara cepat.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments