ACEH BESAR – PUJATVACEH.COM Pemerintahan Aceh Besar terhitung mulai Kamis besok (4/2) akan mensosialisasikan dan menerapkan penggunaan Bahasa Aceh serta berpakaian Adat Aceh pada ruang lingkup Pemkab Aceh Besar.

Tahap pertama disebarkan melalui surat edaran dengan nomor 061/046 tentang penggunaan Bahasa Aceh sebagai bahasa komunikasi lisan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Upaya ini di lakukan sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya daerah serta bagian dari implementasi visi misi Bupati Aceh Besar dalam bidang pembinaan budaya dan adat istiadat, khususnya pelestarian bahasa daerah.

Bupati aceh besar saat di temui pada sela-sela launching Gedung PLHUT Aceh Besar mengatakan, Bahasa Aceh adalah bahasa utama,  selain itu Aceh juga diberikan tiga keistimewaan.

“Aceh diberikan tiga keistimewaan yakni di bidang pendidikan, agama, dan adat istiadat. Selama ini kita lihat perkembangan penggunaan bahasa daerah tidak berkembang dengan baik, pemerintah harus menjadi garda terdepan untuk pelestarian Bahasa Aceh beserta adat istiadat,” kata Ir. Mawardi Ali Bupati Aceh Besar.

Bupati Aceh besar menambahkan dalam Bahasa Aceh, jika bukan kita yang jaga siapa lagi.

“Meunyo kon tanyoe yang jaga, soe lom yang jaga,” imbuhnya.

Selain pada lingkungan dinas-dinas dan sekolah, penerapan Berbahasa Aceh sebagai bahasa komunikasi lisan juga akan di berlakukan di kawasan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda yang terletak di Wilayah Blang Bintang, Aceh Besar.  Pemkab Aceh Besar akan melakukan koordinasi dengan pihak bandara nantinya.

Jika adanya kunjungan pejabat dari luar Aceh pada hari penerapan Bahasa Aceh, Bupati Aceh Besar akan menyerahkan ketentuannya pada dinas masing-masing sebagai penerima tamu tersebut, apakah akan ada transleter nantinya  itu tergantung pada dinasnya.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments