Sigli – pujatvaceh.com – Pemerintah Kabupaten Pidie menyediakan pupuk urea sebanyak 16.500 ton guna untuk menanam padi di sawah seluas 24.784 hektare pada musim rendengan Oktober 2023.
“Pemerintah pusat telah memberi alokasi yang cukup untuk wilayah Pidie pada 2023 agar tidak ada permasalahan bagi petani kita,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Hasballah di Pidie, Kamis (21/9).
Hasballah mengatakan pupuk tersebut sudah disalurkan dari Januari hingga Agustus sekitar enam ribu ton, kemudian akan di bagi sisanya saat mengahadapi musim rendengan.
“Sisanya sekitar 10 ribu ton nantinya akan disalurkan di waktu yang tepat, agar persoalan pupuk tidak menjadi masalah kemudian hari,” lanjut Hasballah.
Kata Hasballah luas sawah di Pidie menjadi yang ketiga di Aceh. Bahkan, produktivitas padi di sana menjadi yang terbanyak dan sudah dikenal lumbung padi terbesar di Aceh.
Ia juga mengatakan selama ini ini Pidie menerapkan pola penanaman membangun peran. Dimana, jika terdapat permasalahan ketersediaan air, yakni jika airnya cukup maka penanaman padi dilakukan dua kali dan sekali tanam bawang.
Sementara itu, untuk wilayah yang debit airnya sedikit, penanaman padi hanya dilakukan sekali kemudian langsung dilanjutkan tanam bawang. Kemudian pola ketiga tanam padi dilanjutkan tanam bawang dan tanam jagung.
“Jika diikuti sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, Insya Allah kita bisa mengejar dan menjaga stabilitas ketahanan pangan, karena semuanya bisa fungsional,” kata Hasballah.
Sementara Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto mengatakan semua pihak sepakat, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan, termasuk padi guna mencukupi kebutuhan yang menjadikan stabilitas sosial dan ekonomi.
“Saya minta kepada Kepala Dinas dan instansi terkait agar lebih jeli dan tanggap terhadap berbagai permasalahan di lapangan, sehingga pelaksanaan musim tanam rendengan dapat berjalan seperti yang diharapkan,” demikian ujar Wahyudi Adisiswanto.
Sumber : Antaranews
Foto : Mira Ulfa






