Lhokseumawe – Pujatvaceh.com-  Puluhan wartawan  diajak melihat secara langsung  bagaimana Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas  (PLTMG) beroperasi,  field  trip  ke kawasan pembangkit listrik yang bisa menghasilkan tenaga sebesar 250 mega watt ini di inisiasi oleh  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe  yang menggelar pelatihan jurnalistik bertema “Meliput Isu Energi Kelistrikan”,di harapkan para jurnalis mampu meningkatkan  kompetensi dan pengetahuan tentang isu-isu kelistrikan.

Tidak kurang dari  30 wartawan media cetak, online, televisi, dan radio dari Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara  mengikuti  kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Sumbagut 2 Peaker Power Plant 250 MW, Lhokseumawe,  pada Kamis lalu (25/11).

Tiga narasumber  dihadirkan dalam kegiatan itu  seperti General Manager PT PLN (pERSERO) unit Induk Wilayah Aceh diwakili Manager PLN UP3 Lhokseumawe Muhammad Haiqal, yang memaparkan “Kinerja PLN Wilayah Aceh, khususnya di 5 kabupaten dan kota wilayah kerja UP3 Lhokseumawe, dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN atau yang bisa disebutkan dengan CSR,

Site Manager Operation & Maintenance PT Sumberdaya Sewatama Tunggul Pharwoto, juga ikut memberikan materi  “Mengenal Proses Pembangkitan Listrik Dan Teknologi PLTMG”, yang saat ini dikelola oleh perusahaan swasta nasional sewatama dan seligus menjadi penanggung jawab  pengoperasian dan perawatan pembangkit listrik sumbagut 2 milik PLN.

Kemudian pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur juga diminta untuk berbagi pengetahuan tentang “Mencari Ide Liputan Dan Tips Menulis Berita”, tentang  kelistrikan.

Tentunya  kegiatan edukasi atau pelatihan ini dapat menambah pengetahuan para wartawan terkait industri kelistrikan. Sehingga wartawan  mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas  dan akurat dalam memenuhi hak publik untuk tahu dan juga sebagai fungsi social kontrol.

Usai mengikuti tiga sesi penyampaian materi dan diskusi tersebut, sebagian wartawan dipandu pihak sewatama melakukan field trip ke lokasi PLTMG Arun, setiap wartawan harus menggunakan pakaian APD yang telah disediakan oleh management.

Para wartawan juga harus mengikuti protokol ketat saat berada dalam lingkungan pembangkit dan menghindari daerah yang berbahaya karena memiliki tegangan listrik yang tinggi. Para jurnalis juga di jelaskan oleh petugas bagaimana pembangkit yang dikontrol secara langsung di room kontrol dengan teknologi terkini.

Terkait bagaimana PLTMG mensuplai tenaga listrik ke PLN yang diteruskan ke masyarakat Site Manager Operation & Maintenance PT Sumberdaya Sewatama ,Tunggul Pharwoto menjelaskan bahwa tergantung dari permintaan PLN dan biasanya suplai  listrik dibutuhkan lebih saat  memasuki beban puncak mulai dari pukul 5 sore hari hingga pukul 21 malam.

“Biasanya beban puncak  dari jam 5 sore samapai jam 10 malam, tetapi kita mengoperasi pembangkit listrik ini tergantung permitaan dari PLNnya , bisa saja siang maupun sore,” jelas Tunggul Pharwoto, Site Manager Operation & Maintenance PT Sumberdaya Sewatama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini