Aceh Timur – Pujatvaceh.com – Satu ekor lembu diserahkan langsung kepada Tengku Erizal selaku Ketua Pengajian Himpunan Ukhwah Arrahmah (HUA) Aceh Timur. Proses penyembelihan dan pembagian hewan qurban juga dilakukan oleh tengku-tengku yang tergabung di HUA tersebut, dan dilakukan pada hari ketiga Idul Adha atau Hari Tasyrik.

Ide qurban kali ini tergolong unik, karena daging hewan qurban di perioritaskan untuk tengku-tengku pengajian dayah-dayah kecil, dengan kata lain, tengku yang tergabung di HUA ini adalah tengku yang katagori masih muda dan dayah yang mereka pimpin belum terlalu popular serta masih banyak dayah mereka yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

Penasehat HUA, Firman Dandy mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan oleh tokoh muda Aceh Timur terhadap teungku teungku dayah.

Ada sekitar 65 paket qurban yang dibagikan, kedepan diharapkan semoga ada tokoh tokoh muda Aceh Timur lainnya yang tergerak hatinya untuk berqurban, sehingga akan lebih banyak lagi daging qurban yang bisa disalurkan.

“Yang telah berinisiatif memfasilitasi qurbannya untuk gure-gure dayah, kalau istilah dari kami disini teungku-teungku Thek dari balai pengajian kecil, dayah-dayah kecil berhimpun dibawah HUA, dan beliau memang dari awal meniatkan untuk menyalurkan qurbannya melalui lembaga HUA. Mudah-mudahan apa yang dilakukan saudara Heri ini mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT” kata Firman Dandy, Penasehat HUA.

“Alhamdulillah 1 ekor lembu yang kita bagikan 65 tokoh-tokoh agama” ucap Tengku Erizal, Pimpinan HUA.

Tokoh Muda Aceh Timur yang menginisiasi serta sebagai penyumbang hewan qurban, heriyansyah mengatakan gagasan ini sengaja dihadirkan mengingat selama ini prioritas pembagian daging qurban untuk teungku teungku dayah jarang dilakukan.

“Qurban hari ini memang kita khususkan kepada tengku-tengku balai pengajian, dikarenakan kalau memang qurban-qurban yang dilaksanakan di desa-desa itu mungkin jatuh kepada masyarakat-masyarakat sekitar ataupun yang memang membutuhkan, tapi qurban ini kita memang mengkhususkan kepada pimpinan-pimpinan pondok pesantren, tengku-tengku” tutur Heriyansyah, Tokoh Muda Aceh Timur.

Pengajian HUA selama ini terkenal dengan kumpulan Gure-Gure Thek (kecil)dan mereka selain mengajar di dayah masing-masing juga sering membuat pengajian di café-café sehingga sangat dekat dengan kaum milenial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini