Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Kegiatan dua tahunan MQK (Musabaqah Qiraatil Kutub) yang di agendakan oleh pemerintah, resmi di buka oleh M. Jafar selaku Asisten 1 Pemerintah Aceh, Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh pada Senin (13/10) malam di Gedung Asrama Haji, Lingke, Banda Aceh.
Kegiatan yang berlangsung hingga empat hari kedepan ini, di selenggarakan melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh, dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Kegiatan MQK yang bertema Santri Hebat, Aceh Bersyariat tersebut, merupakan ajang evaluasi dalam rangka melahirkan kader-kader ulama muda dimasa yang akan datang. Selain, itu juga bertujuan agar santri dayah Aceh bisa terseleksi dengan baik untuk dikirimkan pada kegiatan MQK tingkat nasional nantinya.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana anak-anak kita yang bakal menjadi kader-kader ulama muda untuk masa akan datang. Selain itu acara ini bertujuan untuk menyeleksi peserta-peserta yang terbaik, agar nantinya kita dapat memasukan ke event tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada akhir tahun in,” jelas Zahrol Fajri, S.Ag, Kadis Pendidikan Dayah Aceh
Sementara itu, M. Jafar yang mewakili Pemerintah Aceh yang membuka langsung kegiatan tersebut berharap, agar para peserta dapat mencapai target sesuai harapan kabupaten/kota masing-masing.
Ia juga mengatakan, dari 23 kabupaten/kota yang ada di Aceh, ada 3 kabupaten/kota yang gagal mengirimkan kafilah pada MQK tahun ini, yakni Simeulue, Pidie Jaya, dan Gayo Lues. Namun ia berharap semoga tahun depan seluruh kabupaten/kota yang ada di Aceh dapat mengirimkan kader-kader terbaik mereka.
Selain itu, nantinya kegiatan ini juga di harapkan bisa di selenggarakan di kabupaten/kota lainnya di Aceh.
“Tahun ini merupakan tahun yang kedua pemerintah Aceh menyelenggarakan MQK, kita mengharapkan semua kabupaten/kota Aceh dapat mengirimkan kafilah atau perserta, tapi untuk tahun ini ada 3 kabupaten/kota yang tidak mengirimkan kafilah seperti Pidie Jaya, dan Gayo Lues. Semoga tahun depan kita harapkan seluruh kabupaten/kota yang ada di Aceh dapat mengirimkan kader-kader terbaik mereka,”jelas M. Jafar – Asisten 1 Pemerintah Aceh.



