Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Penyerangan Pos Polisi Sektor Panton Reu beberapa waktu lalu, Dandim 0105 Aceh Barat, memastikan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindakan kriminal murni dan tidak ada korelasinya dengan konflik masa lalu, maupun dengan mantan Gerakan Aceh Merdeka.

Hal tersebut disampaikan oleh Dandim Letkol Infanteri Dimar Bahtera bersama Panglima KPA Ishak, dalam jumpa pers di Makodim 0105 Aceh Barat. Menurut Dandim, saat ini masih terdapat senjata api yang disimpan secara illegal di Aceh maupun luar Aceh. Pihaknya terus melakukan deteksi dini agar tidak ada lagi kelompok kriminal yang berbuat hal serupa, sehingga dapat meresahkan masyarakat.

Pihak TNI juga terus mengajak warga yang masih menyimpan senjata api secara ilegal, untuk diserahkan kepada aparat penegak hukum. Guna menghindari prilaku menyimpang yang dapat merugikan masyarakat banyak.

Terkait peristiwa penyerangan pos polisi, Dandim kembali menegaskan dengan adanya kasus tersebut agar tidak dikaitkan dengan konflik masa lalu Aceh dan Gerakan Aceh Merdeka. Pihaknya sangat mendukung dan percaya, kepolisian dapat bekerja secara profesional dalam proses penegakan hukum, untuk mengungkap pelaku penyerangan pos polisi.

“Kejadian penembakan kemarin di Pos Polisi Panton Reu itu adalah kejadian kriminal yang sedang di tindak lanjuti oleh pihak polisi. Kita ingin sampaikan bahwa KPA atau GAM tidak terlibat dalam kejadian tersebut, jadi itu merupakan kegiatan murni pihak kriminal dan sedang ditangani oleh pihak kepolisian, saya percaya, kepolisian dapat bekerja secara profesional dalam proses penegakan hukum untuk mengungkap pelaku penyerangan,” jelas Letkol Inf Dimar Bahtera, Kodim 0105 Aceh Barat.

Selain itu, TNI dan Polri bersama organisasi mantan kombatan GAM, Komite Peralihan Aceh (KPA), siap mendorong perdamaian dalam menjaga stabilitas keamanan di Aceh Barat.

Sementara itu, Panglima KPA Aceh Barat, Ishak mengatakan, jika ada keterlibatan oknum mantan kombatan, itu dipastikan tidak ada kaitannnya dengan Komite Peralihan Aceh (KPA). Bahkan pihaknya sangat mendukung dan berkomitmen membantu kepolisian, untuk mengungkap dalang tindakan kriminal tersebut.

“Mengenai kejadian itu jika ada keterlibatan oknum mantan kombatan, itu tidak ada kaitannya dengan KPA,  kita sangat jelas GAM atau KPA dengan pemerintah sama-sana komitmen membangun Aceh kedepannya. Kalau ada stateman yang aneh mengenai GAM itu terserah, saya serahkan ke pihak polisi untuk mengungkapkan,” ungkap Ishak, Panglima KPA Aceh Barat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini