Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tingkat pengepul, di Kabupaten Aceh Utara mulai melambung tinggi, yakni berada  di kisaran 2.990 rupiah,  hingga 3.110 rupiah perkilogram, tergantung perusahaan yang menerima hasil TBS petani sawit, di daerah tersebut,

Sejumlah perusahaan yang menampung TBS petani di Aceh Utara, maupun sekitarnya, yakni pt. Satya Agung, PT. Ika Bina Arga Wisesa (IBAS), serta PT. Seuramo Argo Perkasa. Tingginya harga komoditi perkebunan ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir, karena tingginya permintaan pasar dan harga sawit mentah atau cpo.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara, Lilis Indriansyah mengatakan, meskipun harga mulai tinggi namun hasil panen petani sawit saat ini sedang menurun, karena terjadi trek atau berondolan sawit akibat musim penghujan.

Menurutnya, semakin tingginya permintaan, maka semakin tinggi juga harga pasar. Namun hal itu menguntungkan bagi para petani sawit, tingginya harga sawit juga berpengaruh terhadap harga minyak mentah atau cpo, yang mencapai 13.000 rupiah perkilogram. Padahal, sebelum pandemi Covid-19, harga tertinggi cpo hanya pada kisaran sembilan ribu rupiah.

“Walau harga TBS mulai tinggi tapi untuk hasil panen sawit saat ini menurun, karena sedang mengalami trek yang diakibat musim penghujan sehingga kekurangan buah produksi. Selain itu permintaan juga semakin tinggi dan harga dipermaikan oleh pasar tetapi itu menguntungkan bagi petani kita,” Lilis Indriansyah, Kepala Dinas Perkebunan Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara

Perkebunan kelapa sawit milik petani di Aceh Utara, mencapai 18.000 hertare, 8.000 hektare diantaranya, perlu direplanting atau peremajaan kembali.

Sejumlah kecamatan yang menjadi sentra produksi kelapa sawit di Kabupaten Aceh Utara, diantaranya Kecamatan Langkahan, Simpang Keuramat, Geurudong Pasee, Baktya, Cot Girek, hingga Kecamatan Sawang,

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini