Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Kondisi kemarau menyebabkan sebagian wilayah kekeringan warga kesulitan memenuhi kebuthan air bersih, sehingga mengakibatkan ribuan pelanggan perusahaan daerah air minum mengeluh  kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari di  Kabupaten Aceh Utara.

Puluhan ribu warga dari dua ribu tujuh ratus sambungan rumah pipa air bersih di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Tanah Jamboe Aye, Aceh Utara kekurangan air bersih serta berlangganan air bercampur lumpur.

Prasarana instalasi pengolahan air minum, water treatmen yang mengelola sumber air baku dari aliran Sungai  Krueng Jamboe Aye, mengalami kendala mensuplai air bersih, sejumlah saluran pipa induk mulai rusak  berkarat.

Banjir beberapa waktu lalu mengakibatkan perubahan alur daerah aliran Sungai Jamboe Aye saat ini saluran pipa lokasi instalasi pengolahan air minum hanya dapat memproses air bercampur lumpur.

Imran  selaku Direktur Utama PDAM Tirta Mon Pasee Aceh Utara mengungkapkan, kondisi perubahan alur sungai berdampak  langsung pemenuhan air bersih, endapan lumpur menutupi saluran instalasi pengolahan air bersih PDAM Tirta Mon Pasee Aceh Utara.

Kondisi air berlumpur dan harus dilakukan pemindahan instalasi pengolahan air minum  dijalur sungai yang baru, suplai pengolahan air dua puluh liter perdetik, tidak memadai untuk penyaluran sekitar dua ribu tujuh ratus  sambungan rumah yang terus meningkat.

“Akhir-akhir ini terjadi perubahan alur sungai yang berimbas pada indeks dari pada suplai air pengolahan air untuk suplai air di Langkahan dan di Panton Labu, ini akibat terjadinya perubahan alur sungai akibat banjir, oleh karenanya ini sangat berdampak terhadap system produksi yang ada di Langkahan sehingga mutu air itu sudah tidak sesuai lagi, sehingga kami berharap ini harus melakukan pemindahan dari pada indeks yang sesuai dengan lokasi yang lebih representative untuk proses air” ucap Imran, Direktur Utama PDAM Tirta Mon Pasee Aceh Utara.

Sementara itu, Muhammad Wahab selaku tokoh masyarakat menjelaskan, musim kemarau menyebabkan masyarakat sangat membutuhkan air bersih sehari-sehari, pendangkalan aliran sungai karena perubahan jalur baru sungai mengakibatkan endapan lumpur akibatnya masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

“Itu kalau sekarang agak mengeluh, soalnya airkan sedikit kadang perlu air yang banyak lagi kemarau ini” kata Muhammad Wahab, Tokoh Masyarakat.

Instalasi pengolahan air minum PDAM Tirta Mon Pasee Aceh Utara hanya mengelola air lumpur akibat  perubahan alur daerah aliran Sungai Krung Jamboe Ayee. Perubahan dan pendangkalan daerah aliran Sungai Jamboe Aye menimbulkan abrasi atau pengikisan tanah warga setempat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini