Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Empat Anggota DPRK Kota Lhokseumawe yang ingin mendengarkan aspirasi para mahasiswa yang melakukan demo di depan Kantor DPRK Lhokseumawe sempat disandera oleh para mahasiswa Universitas Malikussaleh.
Didampingi aparat kepolisian empat Anggota Dewan dipaksa ikut dengan menggunakan mobil pickup yang rencananya akan dibawa ke kampus Unimal.
Para anggota dewan terus melakukan negosiasi dengan mahasiswa agar melepaskan mereka untuk bisa menyampaikan keinginan mahasiswa yang ingin masuk ke halaman Gedung DPRK kepada Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto .
Akhirnya tiga anggota dewan T Sofianus, Taslim dan Nurbayan berhasil turun dari mobil komando mahasiswa dan menyampaikan keinginan mahasiswa tersebut, tapi pihak Polres Lhokseumawe tetap tidak mengizinkan massa aksi untuk masuk ke halaman gedung DPRK Lhokseumawe dengan pertimbangan dikhawatirkan massa tidak terkendali dan bisa merusak fasilitas negara yaitu kantor DPRK.
Salah seorang Anggota DPRK Lhokseumawe dari Partai Aceh Mahmudi Harun sempat terpancing emosinya, mantan kombatan GAM ini berhasil ditenangkan oleh Wakil Ketua DPRK T Sofianus agar suasana tidak semakin panas.
Meskipun begitu kondisi tetap tidak terkendali sehingga berakhir bentrok dengan mobil mahasiswa menabrak pasukan Brimob dan Sabhara Polres Lhokseumawe yang berjaga didepan pintu gerbang, akibat dari aksi tersebut mobil pickup mahasiswa pecah kaca dan ada mahasiswa yang terluka begitu juga dipihak kepolisian.
Ketua BEM Unimal Muhammad Ardhi Maulana merasa kecewa dengan respon dari DPRK Lhokseumawe dan mengancam akan menurunkan massa aksi yang lebih besar lagi.
“Aksi soladaritas mahasiswa se- Indonesia untuk mengawal segala keputusan MK supaya berjalan sebagaimana mestinya untuk tindak lanjut mungkin akan kami bahas lanjutan bersama teman-teman Universitas Malikussaleh” ucap Muhammad Ardhi Maulana, Ketua BEM Unimal.
Sementara itu Wakil Ketua Dprk Lhokseumawe T Sofianus yang dikonfirmasi Puja TV mengatakan aksi mahasiswa sebagai bentuk kekecewaan mereka.
Akan tetapi sampai saat ini pihak DPRK belum tahu apa tuntutan mahasiswa secara real kerena tidak dibacakan petisi secara langsung ataupun tertulis
“Mereka itu berkeinginan di langsung di halaman Kantor DPRK, awalnya saya mengajak mereka untuk mewakili, setelah itu tetap ditolak oleh rekan-rekan kita mahasiswa, kemudian saya beserta tiga anggota Dewan DPRK mendampingi saya menjumpai rekan-rekan mahasiswa sampai saya didalam mobil pick up, disitu timbul komunikasi, saya mempertanyakan lagi, dan mereka juga menyampaikan rasa kekecewaan mereka setelah itu saya mengambil sebuah kesimpulan beri saya ruang dan waktu untuk membicarakan kepada pengamanan kantor DPRK” tutur T Sofianus, Wakil Ketua DPRK Kota Lhokseumawe.






