Buruh Di Kota Langsa Hanya Andalkan Lahan Sewa Untuk Mencari Rezeki
Langsa – Pujatv.com : Lebih dari 400 buruh bongkar muat non-formal di Kota Langsa telah bertahun-tahun bekerja tanpa terminal resmi. Mereka hanya mengandalkan lahan sewa sebagai tempat beraktivitas. Lahan yang statusnya tidak tetap, tanpa fasilitas yang layak, dan tanpa perlindungan hukum.
Ketua DPC federasi serikat pekerja transport seluruh indonesia SPSI Kota Langsa, Yusri Tambunan, menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa persoalan ini telah berlangsung lama dan perlu segera ditangani pemerintah.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar, jika lahan sewaktu-waktu dijual atau tidak lagi disewakan, maka ratusan buruh ini bisa kehilangan tempat kerja sekaligus kehilangan mata pencaharian. Hingga kini, pemerintah kota langsa belum memberikan tanggapan terkait terminal bongkar muat karena walikota terpilih belum dilantik.
Meski demikian kepala dinas ketenagakerjaan Kota Langsa, Ernie Yanti, menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen memperjuangkan hak dan perlindungan bagi para pekerja.
Para buruh di Langsa berharap, peringatan hari buruh tahun ini bukan hanya menjadi agenda seremonial, tapi menjadi awal dari perubahan nyata, mereka ingin kepastian, keadilan dan rasa aman di tempat kerja.





