Miris, Warga Aceh Utara Tinggal Di Gubuk Reyot Luput Dari Perhatian Pemerintah

Aceh Utara – Pujatv.com: Di balik deru pembangunan dan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang terus digembar-gemborkan, kisah memilukan datang dari sudut sepi Desa Tanjong Haji Muda, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Ismail, seorang buruh tani bersama istri dan tiga anaknya, telah hidup dalam keterbatasan selama belasan tahun. Ia dan keluarganya tinggal di sebuah gubuk reyot berukuran hanya tiga kali empat meter.
Gubuk yang mereka sebut sebagai rumah itu jauh dari kata layak huni. Lantainya masih berupa tanah, dindingnya dari terpal dan anyaman bambu yang sudah lapuk dan berlubang. Tiang penyangga bangunan dari batang bambu tua, dan atapnya terbuat dari seng bekas yang berkarat dan bocor.

Ironisnya lagi, tempat tinggal mereka sama sekali tidak memiliki fasilitas sanitasi dasar yang memadai.
Dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca, keluarga ini hanya mampu bekerja sebagai buruh tani harian dengan pendapatan tak menentu, antara dua puluh ribu hingga lima puluh ribu rupiah per hari.
Namun yang paling menyayat hati, selama bertahun-tahun hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan seperti itu, ismail dan keluarganya tak pernah sekalipun tersentuh bantuan rumah layak huni dari Pemerintah Aceh maupun dari Baitulmal Aceh Utara. Bahkan dari anggaran dana desa untuk program rehab rumah pun namanya tak pernah masuk dalam daftar penerima.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam pendataan dan distribusi bantuan rumah rehab di desa tersebut.

Sangat ironis, di tengah sorotan publik terhadap kemiskinan dan anggaran pemerintah yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat rentan, masih ada keluarga seperti Ismail yang luput dari perhatian.
Kisah keluarga ismail bukan sekadar potret kemiskinan, tapi sebuah tamparan nyata bagi semua pihak yang memiliki kewenangan untuk membantu. Sudah saatnya Pemerintah Desa, Kabupaten dan Provinsi membuka mata dan hati, untuk turun langsung ke lapangan dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan.





