ASNLF, PMM Dan FWPC Demo Parlemen Uni Eropa Di Brussels Belgia

Belgia – Pujatv.com : Komite perdagangan internasional (inta), dari parlemen eropa bersama pemerintah Indonesia, menargetkan untuk merampungkan perjanjian perdagangan bebas IEU-CEPA, (Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) sebelum juli 2025.
Bahkan, dalam kunjungan delegasi inta ke Jakarta, pada april 2025 lalu, kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat penyelesaian perundingan, ketua inta, bernd lange, menyatakan dukungannya terhadap percepatan proses ini yang akan disampaikan ke Parlemen Uni Eropa di Brussels.

Terkait dengan hal ini, tiga lsm di luar negeri mewakili Aceh, Papua, dan Maluku, menentang perdagangan global Uni Eropa dengan Indonesia.
Mereka menolak keras rencana komite perdagangan Internasional Uni Eropa, yang menargetkan penuntasan perjanjian perdagangan bebas IEU-CEPA, dengan indonesia sebelum bulan juli 2025 ini.
Bertempat di Bundaran Luxembourg Square, senin, 2 juni 2025, persis di depan gedung parlemen Uni Eropa, Ibukota Belgia, Brussels. Gabungan 3 bangsa, yaitu Aceh, Papua, dan Maluku, yang datang dari Belanda dan Denmark, berkumpul untuk memprotes rencana Uni Eropa, untuk merampungkan perjanjian perdagangan bebas tersebut.

Jozua Makatita, dari Pemuda Maluku Merdeka menyebut perjanjian ini sebagai bentuk pembiaran Eropa terhadap kolonialisme modern. Ia menuding, perjanjian tersebut hanya akan memperkaya Jakarta dan Eropa.
Hal yang senada juga disampaikan Edy Sammy AP, dari free west Papua campaign di Belanda.
Sementara itu, pimpinan delegasi Perwakilan Bangsa Aceh disuarakan oleh Muhammad Hanafiah, dari Koordinator Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) di Denmark. Dirinya juga meminta Uni Eropa, tidak melakukan perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia.





