PPTI Lhokseumawe Dan Aceh Utara Terbentuk, Siap Untuk Berantas Penyakit TBC

Lhokseumawe – Pujatv.com : Pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) cabang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Hotel Diana, Kota Lhokseumawe, pada sabtu, 14 juni 2025. Pelantikan ini menandai komitmen baru, dalam upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di Wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Hal ini disampaikan oleh ketua panitia, Dr. Hendra Wahyuni. Dirinya berharap kegiatan ini tidak hanya serimonial, tapi merupakan langkah awal dari rangkaian program kerja PPTI, hingga indonesia bebas TBC pada tahun 2030.
Pelantikan dipimpin langsung oleh ketua PPTI Wilayah Aceh, Dyah Erti Idawati, yang membacakan surat keputusan dan naskah pelantikan. Dyah Erti menekankan, pentingnya sinergi semua elemen dalam pemberantasan TBC yang masih menjadi salah satu penyakit menular mematikan di indonesia.

Dirinya berharap, pengurus yang dilantik bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk bisa menekan penyebaran TBC di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, tentunya dilakukan nanti dalam bentuk program masing-masing kota atau kabupaten.
Sementara itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe, yang diwakili sekretaris daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris menyatakan, pemerintah Kota Lhokseumawe akan mendukung penuh program ini dengan anggaran, dan juga sosialisasi yang kan melibatkan aparatur gampong dan masyarakat.
Pasca pelantikan, ketua PPTI cabang Lhokseumawe, T. Sofianus, dan ketua PPTI Aceh Utara, Dr. Indra Buana, Sp.P., Onk. T (K), Fisr, menyatakan bahwa, untuk Aceh Utara, penderita TBC diperkirakan lebih dari dua ribuan, sementara yang sudah terdata masih seribuan lebih.

Langkah kedepan yang akan ditempuh bersama pengurus Kota Lhokseumawe adalah melakukan edukasi pencegahan TBC dan pengobatan, juga selain itu dukungan gizi untuk para penderita juga harus terpenuhi, agar kondisi penderita bisa cepat pulih kembali.
Pelantikan ini dirangkai dengan pemberian paket bantuan gizi, kepada perwakilan penderita TBC, dan seminar kesehatan bertema, “eliminasi tuberkulosis”, yang diikuti oleh tenaga medis, mahasiswa, dan praktisi kesehatan.
Seminar ini dipandu oleh Dr. Fauzi Abubakar, M.Kom.I hingga selesai.





