“Rakyat Aceh Menggugat” Menggelar Aksi Demo Di Kantor Gubernur

Banda Aceh – Pujatv.com : Sejumlah massa yang tergabung dalam “rakyat Aceh menggugat” menggelar aksi unjuk rasa, di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin, 07 Juli 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dinilai merugikan rakyat Aceh, mulai dari penguasaan aset daerah oleh TNI, pembangunan batalyon baru, hingga polemik tapal batas wilayah.
Dalam orasinya, massa mendesak TNI AD melalui Kodam Iskandar Muda untuk mengembalikan sejumlah aset yang diklaim sebagai milik negar. Di antaranya adalah lahan Blang Padang, kolam tirta raya, dan bioskop gajah.

Menurut koordinator aksi, Yulinda Wati, mengatakan lahan Blang Padang merupakan tanah wakaf dari Sultan Iskandar Muda untuk Masjid Raya Baiturrahman, dan tidak semestinya dikuasai oleh institusi militer.
Tak hanya itu, massa juga menolak rencana pembangunan batalyon baru di Aceh yang dilakukan oleh kementerian pertahanan, mereka menilai, penambahan pasukan di wilayah yang sudah damai, bertentangan dengan butir-butir mou helsinki, dan hanya akan membangkitkan trauma masa lalu masyarakat Aceh. Data terakhir jumlah personel TNI di Aceh telah melebihi batas yang disepakati dalam perjanjian damai, yakni 14.700 personel.

Selain isu militer, massa turut menuntut pencopotan menteri dalam negeri Tito Karnavian, karena dianggap bertanggung jawab atas penetapan empat pulau di Aceh Singkil sebagai bagian dari Sumatera Utara.
Aksi demonstrasi ini berlangsung damai, meski sempat menyebabkan kemacetan Di Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh. Pihak kepolisian tidak mengizinkan massa masuk ke dalam pekarangan kantor gubernur dengan alasan keamanan dan informasi intelijen.





