Imran Khalid, Korban Banjir Aceh Tamiang Tetap Berangkat Haji Meski Dokumen Hanyut

Banda Aceh – Pujatv.com Perjalanan menuju Tanah Suci bagi Imran Khalid tidaklah mudah. Calon jamaah haji asal Aceh Tamiang ini harus bangkit dari musibah banjir bandang yang menghancurkan rumahnya enam bulan lalu.
Imran Khalid memulai perjalanan hajinya dari kondisi penuh keterbatasan. Rumah yang ditempatinya bersama istri dan dua anaknya diterjang banjir bandang dan longsor pada November 2025 lalu.
Lumpur menimbun rumah hingga setinggi leher orang dewasa, membuat seluruh barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan.
Tidak hanya kehilangan perabot rumah tangga, berbagai dokumen penting milik Khalid juga hanyut terbawa banjir.
Mulai dari kartu tanda penduduk, kartu keluarga, hingga dokumen pendaftaran haji yang ia daftarkan bersama istrinya pada pertengahan tahun 2012 silam.

Dalam situasi sulit tersebut, Khalid mengaku hanya bisa berserah diri kepada Tuhan.
Imran Khalid bersama istrinya tergabung dalam Kelompok Terbang atau Kloter 13 jamaah calon haji Embarkasi Aceh bersama jamaah lainnya asal Pidie Jaya, Pidie, Kota Langsa, Aceh Selatan, Aceh Besar, Aceh Jaya, dan Banda Aceh.
Rombongan tersebut telah bertolak ke Arab Saudi pada 19 Mei 2026 dini hari.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, Khalid juga sempat menghadapi kesulitan untuk melunasi biaya perjalanan hajinya.
Kisah tersebut disampaikannya kepada jurnalis Puja TV usai mengikuti bimbingan keselamatan penerbangan di kompleks Asrama Haji Embarkasi Aceh.

Namun semangat dan keyakinannya untuk menunaikan rukun Islam kelima tidak pernah surut.
Kini, setelah melalui berbagai ujian dan perjuangan panjang, Imran Khalid akhirnya bersiap berangkat menuju Tanah Suci bersama jamaah haji Aceh lainnya.
Kisah Imran Khalid menjadi gambaran keteguhan dan harapan, bahwa musibah tidak mematahkan langkah seseorang untuk mewujudkan impian beribadah ke Baitullah.





