Harga Pupuk Non-Subsidi Naik, Petani Aceh Tengah Keluhkan Bertambahnya Biaya Produksi

Aceh Tengah – Pujatv.com Kenaikan harga pupuk non-subsidi mulai dirasakan para petani di Kabupaten Aceh Tengah. Dalam beberapa pekan terakhir, harga sejumlah jenis pupuk mengalami peningkatan yang berdampak langsung pada biaya produksi pertanian.
Kondisi ini menjadi keluhan bagi petani maupun pedagang pupuk di daerah tersebut. Di sejumlah kios pertanian, harga pupuk seperti NPK, ZA, dan berbagai pupuk campuran dilaporkan naik antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per sak dibandingkan harga sebelumnya.
Kenaikan harga terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan pupuk menjelang musim pemeliharaan tanaman, khususnya untuk komoditas kopi dan hortikultura yang menjadi andalan masyarakat Dataran Tinggi Gayo.

Sejumlah pedagang menyebut kenaikan harga dipengaruhi meningkatnya biaya distribusi serta harga pasokan dari tingkat distributor. Selain itu, secara nasional harga pupuk non-subsidi juga dipengaruhi fluktuasi harga bahan baku dunia, seperti gas alam dan amonia yang menjadi komponen utama dalam produksi pupuk.
Akibat kenaikan tersebut, daya beli petani mulai menurun. Jika sebelumnya petani membeli pupuk sesuai kebutuhan lahan, kini sebagian memilih mengurangi jumlah pembelian atau menunda pemupukan untuk menekan biaya produksi.

Para petani khawatir kondisi ini dapat berdampak pada produktivitas tanaman apabila berlangsung dalam waktu yang lama. Pasalnya, pemupukan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas dan hasil panen.
Petani dan pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga pupuk di pasaran, sehingga kebutuhan sektor pertanian tetap terpenuhi dan produktivitas komoditas unggulan Aceh Tengah dapat terus terjaga.





