Bahlil: Pemanfaatan Gas Blok Andaman Harus Menguntungkan Aceh dan Investor

Banda Aceh – Pujatv.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemanfaatan gas dari Blok Andaman akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh tanpa mengabaikan kepentingan investor.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri Rapat Koordinasi Partai Golkar di Aceh.
Menurutnya, pengembangan gas di Blok Andaman menghadapi tantangan teknis karena lokasi cadangan berada lebih dari 12 mil laut dari garis pantai. Kondisi itu membuat pembangunan jaringan pipa membutuhkan investasi yang besar sehingga berpotensi meningkatkan biaya produksi.
Bahlil menjelaskan, apabila seluruh biaya pembangunan pipa dibebankan ke proyek, harga jual gas dapat menjadi kurang kompetitif dan bahkan berpotensi melebihi 10 dolar Amerika Serikat per metric million British thermal unit (MMBTU).

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan penyaluran gas sekitar 300 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Pasokan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan PT PLN serta mendukung industri di Aceh, termasuk PT Pupuk Iskandar Muda, guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair dari luar daerah.
Bahlil menegaskan pembahasan mengenai skema pengelolaan Blok Andaman masih terus berlangsung bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta pemegang konsesi.

“Pemerintah akan terus mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, baik masyarakat Aceh, investor, maupun negara,” ujarnya.
Selain mendorong pemanfaatan gas untuk kebutuhan dalam negeri, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di Aceh.
Menurut Bahlil, pemerintah akan mendorong pengembangan pendidikan di bidang energi agar generasi muda Aceh memiliki kompetensi untuk berperan dalam pengelolaan potensi migas di daerahnya pada masa mendatang.





