
ACEH BARAT DAYA – PUJA TV ACEH – Belum adanya titik terang terkait kasus penembakan terhadap Mara Salem Harahap yang merupakan wartawan media online asal Simalungun, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.
Atas kejadian itu, puluhan wartawan di Kabupaten Aceh Barat Daya menggelar aksi solidaritas dengan mengenakan baju hitam sebagai bentuk belasungkawa atas kasus penembakan Mara Salem Harahap sekaligus mendesak Kepolisian Sumatera Utara segera mengusut tuntas kasus tersebut.
Aksi dimulai dari Lapangan Persada menuju Simpang Ceurana lalu menuju Jalan Selamat dan berhenti di Tugu Kota Blangpidie. Terdapat sejumlah wartawan yang berorasi di titik berhenti dan selanjutnya menabur bunga diatas kartu pers yang telah dikumpulkan.
Julisda Fisma, koordinator lapangan mengatakan bahwa aksi tersebut mengutuk aksi penembakan terhadap Mara Salem Harahap dan mendesak Polda Sumatera Utara guna mengusut tuntas kasus tersebut.
Namun jika dalam batas waktu yang telah ditentukan pihak Polda Sumatera Utara tidak bisa mengungkapnya, maka wartawan Aceh Barat Daya akan mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumatera Utara.
“Ini kegiatan Aksi Solidaritas Wartawan Aceh Barat Daya yang mengutuk aksi penembakan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap salah satu wartawan di Simalungun, Sumatera Utara. Sekaligus bentuk moral wartawan Aceh Barat Daya untuk menyuarakan kembali kasus kekerasan yang menimpa seorang wartawan Gayo Lues yang rumahnya terbakar dan nyaris kehilangan nyawa,” tegas Julisda.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kabupaten Aceh Barat Daya turut mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk serius dalam mengungkap kasus yang dialami oleh seorang wartawan di Simalungun, Sumatera Utara.
PWI Aceh Barat Daya juga mendesak Kapolda Aceh agar memerintahkan Kapolres Aceh Tenggara mengungkap kasus pembakaran rumah salah seorang wartawan media cetak yang terjadi hampir 2 tahun lalu yang hingga saat ini belum terungkap.
“Kita mendesak pimpinan kepolisian di Sumatera Utara untuk serius mengungkap pembunuhan wartawan di Simalungun Sumatera Utara, juga kita mendesak Kapolda Aceh agar memerintahkan Kapolres Aceh Tenggara untuk mengungkap kasus pembakaran rumah salah seorang wartawan serambi Indonesia yang terjadi 2 tahun yang lalu sampai saat ini belum terungkap,” kata Zainun.


