Aceh Utara – Pujatvaceh.com – Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Diah Ayu Hartati mengimbau agar masyarakat yang berkunjung ke Monumen Islam Samudera Pasai, di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, agar tetap waspada dan berhati-hati.
Dari hasil penyelidikan di lokasi, kondisi bangunan terancam roboh karena mulai retak dan telah terjadi pergeseran tanah di lokasi bangunan tersebut.
Menurut Diah, sesuai dengan keterangan ahli, untuk menahan beban bangunan saja sudah tidak memungkinkan apalagi menahan beban pengunjung yang melebihi kapasitas. Ditambah lagi dengan pondasi untuk menahan menara kubah yang tingginya hampir menandingi monas itu tidak sesuai standar, Sehingga dikhawatirkan akan roboh dan memakan korban.
Salah satu contoh yang ditemukan di lokasi pembangunan, seperti pengerjaan tanah seharusnya 12.800 meter kubik. Namun dari hasil penyelidikan di lokasi, bangunan itu hanya 3.000 meter kubik.
Untuk menghindari hal tersebut, pihak kejaksaan akan menyurati pemerintah daerah agar dapat memberitahukan kepada pihak terkait untuk membatasi kunjungan, terlebih saat hari libur.
“kita menghimbau agar berhati-hati, dan pihak-pihak yang terkait mungkin pak geuchik, pak camat bersama pemuda sekitar untuk membatasi kunjungan terutama hari minggu yang banyak masyarakat atau wisatawan yang ditakutkan bagunan akan roboh,” ungkap Diah Ayu Hartiati, Kajari Aceh Utara.
Diberitakan sebelumnya, kejaksaan negeri aceh utara, menetapkan 5 tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan monumen islam samudera pasai, di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.
Dalam proyek yang melibatkan sejumlah perusahaan tersebut, ditaksir kerugian negara mencapai 20 milyar rupiah lebih.






