Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Sebanyak 11 warga dari 3 Kartu Keluarga terdampak kebakaran yang terjadi di Desa Keude Cunda, tepatnya di kawasan gedung bekas Cunda Plaza, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe masih bertahan hidup di tenda darurat yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.
Kebakaran yang terjadi pada sabtu malam (7/8) sekitar pukul 21.30 itu diduga akibat korsleting arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, serta 11 jiwa terpaksa tinggal di tenda darurat.
Sebagian dari korban kebakaran ini, masih bertahan sambil mengais puing-puing sisa kebakaran yang masih bisa diselamatkan. Mereka berharap adanya bantuan dari pemerintah kota untuk membangun rumah sementara agar bisa melanjutkan hidup meskipun lokasi yang mereka tempati bukan tanah milik mereka.
Salah seorang korban kebakaran, Nurmala Sari mengatakan, saat peristiwa kebakaran itu banyak material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar sehingga menghanguskan seisi rumah, akibatnya tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan selain pakaian yang dikenakan saat kejadian.
Hingga hari ini anak-anak mereka juga belum bisa bersekolah, lantaran pakaian dan sejumlah peralatan sekolah milik mereka ludes terbakar. Menurut Nurmala, sejauh ini Pemerintah Kota Lhokseumawe hanya memberikan bantuan berupa sembako, pakaian, hingga peralatan ibadah, bagi para korban kebakaran.
“Kemarin ada diberi beras, telur, air mineral baju sekitar 3 pasang, dan sarung-sarung serta mukena. Kami mengharapkan, jika bisa diberi dana sedikit untuk membangun rumah, asal bisa kami tempati,” ujar Nurmala, korban kebakaran.






