Langsa – Pujatvaceh.com – Pasar Tradisional Langsa Baro yang diresmikan oleh Walikota Langsa Usman Abdullah, pada Jumat 4 April 2014 lalu, kini dibiarkan tidak berfungsi. Bangunan tersebut didirikan pada Desember 2013 lalu, bersumber dari Tugas Pembantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (TP APBN) Tahun 2013 Dirjen Perdangangan sebesar 3 Miliyar.
Selain Pasar Tradisional Langsa Baro, Pasar Tradisional Langsa Lama yang terletak di Gampong Pondok Pabrik juga tak berfungsi. Pasar yang diresmikan oleh Wakil Walikota Langsa Marzuki Hamid pada 2016 lalu itu dibangun dengan anggaran APBN tahun 2014 dengan jumlah anggaran sebesar Rp 2.800.075.000.
Pasar tersebut diupayakan akan segera dibuka dan dilakukan penataan ulang, mengingat dibangunnya pasar – pasar tradisional ini adalah untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya serta menjadi lumbung perekonomian di tiap-tiap kecamatan.
Mahlil, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kota Langsa mengatakan, untuk pasar tradisional yang terletak di Langsa Baro itu tetap berjalan karena kawasannya dikontrak oleh pihak ketiga.
Sedangkan untuk Pasar Tradisional Langsa Lama akan segera dicari solusinya karena pasar tersebut dekat dengan pusat Pasar Kota Langsa. Maka, pedagang yang berjualan di pasar tersebut sepi karena pembeli lebih memilih berbelanja kebutuhannya di pusat pasar Kota Langsa bukan di pasar tradisional.
“Untuk kedepan, mencari formula baru, atau ada masukan dari rekan-rekan yang bisa menghidupkan kembali di Pasar Langsa Lama maupun Langsa Lengko,” ucap Mahlil.
Sementara itu, Sukma Manager LSM Komunitas Rumoh Aceh mengatakan terkait penempatan ke-2 pasar tersebut dirasa tidak efektif sehingga seperti yang kita lihat sekarang, pasar tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya dan terkesan tidak berguna.
“Saya pikir bagi dinas terkait agar berusaha bagaimana membuat pasar tersebut ramai penjual dan pembelinya. Solusi dari saya, sewakan saja dulu dengan harga rendah. Kita lihat sampai 4 tahun, baru dinaikkan sewanya. Yang penting masyarakat antusias untuk berbelanja,” jelas Sukma.



