Lhokseumawe – Pujatvaceh.com- Setelah diprotes warga terkait kebocoran pipa gas rumah tangga, di Kawasan Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) mengaku siap mengatasi dan memperbaiki kebocoran tersebut dalam waktu dekat.
Direktur umum dan Keuangan PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda), Hariadi, mengatakan, kebocoran tersebut terjadi pada salah satu sambungan di pipa induk, sehingga harus ada persetujuan dari PT. Perta Gas Niaga (PGN).
Menurutnya, hal itu merupakan tanggung jawab dan dibawah kendali PT. PGN. Namun, mengingat kepentingan masyarakat, pihak PT. PL langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan PT. PNG terkait kebocoran tersebut.
Sebelumnya kebocoran itu tidak bisa diperbaiki lantaran material yang dibutuhkan harus dikirim dari luar daerah, sehingga membutuhkan waktu untuk mencari material dengan ukuran dan jenis yang sama. Namun saat ini pihaknya telah mendapatkan material dari PT. PNG dan segera melakukan perbaikan terhadap pipa yang bocor tersebut mulai hari ini.
Untuk melakukan perbaikan, pihak PT. PL tidak membutuhkan waktu yang lama bahkan dalam hitungan jam, namun mengingat titik kebocoran merupakan pada pipa induk yang menyuplai gas kepada ribuan pelanggan, maka selama proses perbaikan berlangsung aliran gas ke rumah tangga harus dihentikan sementara. Meskipun demikian, gas yang masih tersisa dalam pipa distribusi pelanggan, masih bisa bertahan dan digunakan dalam lima jam kedepan.
“Kebocoran gas tersebut pada salah satu sambungan di pipa, untuk material kita tidak ada dari sini, sebab pihak kita hanya membantu apa yang bisa diperbaiki dalam waktu dekat. Kita akan perbaiki dengan material yang ada dan itupun yang ada kebocoran di pipa-pipa kecil. Jadi kalau pipa induk harus ada persetujuan dari PT.PNG,” jelas Hariadi, Direktur Umum Dan Keuangan PT. Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda)
Disisi lain, pihak PT. PL membantah adanya tudingan bahwa pipa jaringan gas rumah tangga tersebut dibiarkan bocor, hingga jangka waktu 1 bulan. karena menurut mereka, sesuai dengan hasil survei petugas di lapangan, kebocoran pipa gas tersebut baru terjadi sepekan terakhir.



