Banda Aceh – Pujatvaceh.com – “Kalau tidak mengikuti vaksin tidak bisa sekolah lagi dan jika diluar nanti tidak ada surat vaksin, jadi saya menerima vaksin karena ingin belajar tatap muka,” ungkap salah seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama. Dirinya terpaksa melakukan vaksinasi Covid-19 yang diadakan di sekolahnya, lantaran ingin mengikuti kegiatan belajar tatap muka nantinya.
Selain pelajar tersebut masih ada banyak lagi siswa, siswi yang akan mengikuti program vaksinasi untuk pelajar yang di canangkan pemerintah. Sekolah-sekolah pun terus berupaya dan memberikan pemahaman terhadap murid dan orang tua tentang pentingnya melakukan vaksinasi terhadap siswa. Program vaksinasi untuk pelajar di targetkan akan usai pada 30 September mendatang, sementara target pemerintah di akhir bulan nanti seluruh pelajar sudah tervaksin.
Namun disisi lain ada sekelumit polemik yang di hadapi oleh orangtua murid dalam hal vaksinasi, satu sisi anak-anak mereka harus wajib di vaksin agar dapat mengikuti aktivitas belajar seperti sedia kala, di sisi lain ada kekhawatiran bagi orang tua murid terkait vaksinasi tersebut.
Orang tua murid berharap semoga adanya pemahaman lebih atau sosialisasi tentang betapa pentingnya vaksinasi dan diharapkan juga ada penanganan dan pemeriksaan khusus terhadap anak yang akan di vaksin.
“Saya sebenarnya setuju untuk divaksin tapi harus dipertimbangkan dari umur anak, mungkin anak-anak yang memilik penyakit, karena kita tidak tahu walau anak sehat-sehat tapi didalam tubuh anak kita tidak tahu bagaimana. Jadi kalau bisa untuk anak itu lebih detail pemerikasaanya termasuk berat badanya juga mendukung untuk divaksin,” jelas Erna, orang tua yang anaknya di izinkan vaksin.
“Menurut saya program pemerintah mengenai vaksinasi ini bagus untuk anak-anak kita kedepannya agar terhindar dari virus Covid-19 ini, jadi kita harap kedepannya lebih baik lagi,” ungkap Irfan, orang tua yang anaknya di izinkan vaksin.
Namun berbeda hal dengan wali murid ini, dirinya dengan terpaksa harus memberi izin kepada anaknya agar bisa di vaksin di sekolah, dikarenakan ini sudah menjadi aturan pemerintah dan peraturan ini tidak bisa di lawan, dirinya berharap agar anaknya baik-baik saja setelah mendapatkan vaksinasi.
“Saya terpaksa mengizinkan, sebab peraturan pemerintah itu tidak boleh kita lawan bahkan dinas-dinas disibukkan dengan vaksin sekolah bahkan sampai diancam kepala sekolah. Kalau kita lawan takut nanti anak kita tidak bisa masuk ke SMA nanti, kita ikuti aja apa yang dikatakan pemerintah. Orang tua mau tidak mau harus setuju anaknya divaksin,” ungkap,” Hasyimi, orang tua yang terpaksa mengizinkan anaknya di vaksin.
Atas permintaan narasumber kepada Puja TV Aceh maka identitas narasumber dan sekolah harus kami samarkan.



