Pidie Jaya- Pujatvaceh.com – Dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional di masa pandemi Covid 19, petani jagung Kumba dan Jeulanga Kecamatan Bandar Dua Pidie Jaya membuktikan mampu bertahan dan makmur perekonomiannya meskipun dimasa pandemi Covid 19, dimana para perusahaan raksasa nyaris gulung tikar.

Secara keseluruhan luas tanaman jagung di Pidie Jaya mencapai 2.000 hektar lebih yang tersebar di 7 kecamatan. Namun, untuk panen perdana di awal bulan Oktober 2021 baru seluas 466 hektar di persawahan Kumba dan Jeulanga Bandar Dua, sedangkan di kecamatan lain akan menyusul.

Untuk harga pasaran saat ini, berkisar 4.000 ribu rupiah per Kg, sedangkan capaian hasil panen mencapai 12  ton lebih per hektar.

Dengan harga jual yang lumayan dan hasil panen yang maksimal, petani jagung tersebut bisa berpenghasilan 48 juta rupiah per hektar jika dikalikan dengan luas lahan 466 hektar, maka perputaran ekonomi warga di desa Kumba dan Jeulanga dalam jangka 4  bulan mencapai 17 milyar lebih, padahal situasi negara secara nasional masih dalam pandemi covid-19.

Bupati Pidie Jaya, H. Aiyub bin Abbas yang akrab disapa abuwa, dalam wawancara dengan Puja Tv mengatakan, bahwa bupati sangat berbangga kepada petani Kumba dan Jeulanga dalam membangun ekonomi di masa pandemi Covid 19.

“Menurut laporan Kepala Dinas Pertanian bahwasannya luas dari tanaman jagung disini sekitar 466 Hektare. harapan kami dalam kegiatan ini terus berlanjut sampai kapan pun, karena dari hasil kegiatan ini dapat mengangkat krisis perekonomian masyarakat di masa pandemi”. Jelas H. Aiyub Abbas Bupati Pidie Jaya

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, Muzzakir mengatakan, dengan luas lahan jagung di kumba 466 hektar, tentu membutuhkan pupuk yang maksimal yaitu dengan pupuk bersubsidi E-RDKK petani (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani)

“Untuk Bandar Luas sendiri pencapaiannya  hampir mencapai 466 Hektare. Dalam hal ini untuk alokasi pupuk para petani harus memiki E-RDKK karena tanpa adanya E-RDKK petani tidak dibenarkan untuk membeli pupuk “ jelas  Muzzakir, MM, Kadistan Pidie Jaya.Kepala Dinas Pertanian Dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, melalui Kabid Penyuluhan, Mukhlis, sangat mengapresiasi keberhasilan petani jagung di kumba. Menurutnya, produksi jagung di Pidie Jaya, nomor 2 terbaik dan terluas di Aceh. Mukhlis juga berjanji akan mengupayakan bantuan semaksimal mungkin kepada petani jagung Pidie Jaya, terutama bibit pioner 32.

“Kalau dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sebenarnya sudah ada program khusus sejak tahun 2013 dengan program upaya khusus padi jagung kedelai. Hari ini kita lihat padi dan jagung sudah mulai eksis sehingga nantinya hendak kita kampanyekan agar semakin berkembang lebih luas lagi” ungkap Mukhlis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini