Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Ratusan mahasiswa di Aceh Barat melakukan aksi protes kenaikan harga BBM di simpang bundaran pelor depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten setempat berakhir ricuh dan bentrok dengan aparat kepolisian.

Aksi saling pukul antara polisi dan para pengunjuk rasa tidak bisa terelakan lagi saat ratusan mahasiswa yang menggelar aksi demo untuk menolak kenaikan BBM ingin merengsek masuk ke dalam gedung dewan.

Dipimpin langsung Kapolres, polisi langsung mengambil langkah tegas dengan menembak gas air mata ke massa pendemo, mahasiswa pun langsung merespon dengan aksi lempar botol air mineral, polisi pun langsung mengejar para mahasiswa hingga aksi saling pukul dan kejar pun terjadi.

Massa yang sudah terdesak langsung lari kocar kacir, dan puluhan mahasiswa berhasil diamankan petugas Polres Aceh Barat dan kini masih dalam tahap penyelidikan pihak polisi.

“Siang ini kami Polres Aceh Barat dengan sangat terpaksa membubarkan aksi demonstrasi yang terjadi di depan DPRK, karena yang pertama sudah tidak menghargai kepentingan umum, yang kedua tidak menghargai kesepakatan, yang ketiga sudah menabrakkan becak ke anggota kami, keempat sudah melempar batu, yang kelima sudah melempar botol air mineral, dan yang keenam sudah memprovokasi massa untuk masuk ke gedung DPRK. ini bukan penyampaian pendapat di muka umum tetapi ini adalah pemaksaan pendapat di muka umum. Kami sudah mengamankan 8 orang dengan kami menganalisa sebagai saksi dulu nanti apabila mengarah pidana nanti akan kami tetapkan“ kata AKBP Pandji Santoso, Kapolres Aceh Barat.

 Dari pantauan di lokasi, sedikitnya sebelas mahasiswa diamankan polisi satu diantaranya perempuan dan satu mahasiswa di rawat di rumah sakit. Aksi mahasiswa akhirnya membubarkan diri dari lokasi, setelah mendapatkan tembakan gas air mata dan siraman water canon oleh kepolisian.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments