Pasutri Di Aceh Utara Terpaksa Tinggal Di Rumah Tak Layak Huni Akibat Diterjang Puting Beliung

Aceh Utara – Seperti Inilah Kondisi Rumah Milik Pasangan Suami Istri Syarkawi Dan Rohani Warga Desa Trieng Pantang Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara. Rumah Yang Terbuat Dari Anyaman Bambu Dengan Pelepah Dan Atap Daun Rumbia Yang Telah Lusuh Serta Berlubang Di Sejumlah Tempat Ini, Kondisinya Sangat Memprihatinkan Karena Nyaris Roboh.

Di Rumah Ini, Mereka Tinggal Bersama Tiga Orang Anaknya Yang Masih Kecil Dan Balita.

Penghasilan Syarkawi Sang Suami Yang Masih Jauh Dari Kata Cukup,  Tidak Mampu Untuk Memperbaiki Rumah Kecil Ini. Bahkan Mereka Berupaya Menopang Rumah Miliknya Itu Dengan Kayu Seadanya, Agar Tidak Rata  Dengan Tanah Saat Angin Kencang Tiba.

Syarkawi Sehari-Hari Berprofesi Sebagai Pekerja Serabutan, Jika Jasanya Terpakai, Syarkawi Hanya Mampu Mendapatkan Penghasilan Tak Lebih Dari Lima Puluh Ribu Rupiah Perharinya. Sedangkan Dengan Penghasilan Tersebut,  Syarkawi Harus Memenuhi Kebutuhan Keluarga. Dua  Orang Anak Yang Masih Balita Serta Yang  Masih Duduk Dibangku Kelas Dua Sekolah Dasar.

“Dirinya Tidak Mampu Berbuat Banyak Lantaran Tidak Memiliki Keahlian Khusus, Serta Kondisi Tangan Yang Tidak Normal Pasca Kecelakaan Yang Menimpanya Beberapa Tahun Lalu. Untuk Membantu Memenuhi Kebutuhan Keluarga Syarkawi Dibantu Oleh Rohani Sang Istri Dengan Menjadi Buruh Tani Panggilan”Ungkap Syarkawi

Rumah Yang Jauh Dari Kata Layak Ini Telah Mereka Tempati Sejak Sepuluh Tahun Terakhir, Rumah Ini Dibangun Di Lahan Milik Mendiang Orang Tua Mereka.

Kondisi Rumah Semakin Diperparah Pasca Diterjang Angin Putung Beliung Sekitar Dua Pekan Lalu. Sebagian Besar Atap Yang Terbuat Dari Pelepah Daun Rumbia Ini Telah Hancur, Bahkan Kayu Yang Menjadi Penyangga Rumah Mereka Telah Roboh Di Sejumlah Tempat. Sedangkan Untuk Lantai Hanya Beralaskan Tanah Yang Dilapisi Dengan Martas Plastik”Kata Syarkawi Kepada Puja TV Aceh.

“Dengan Keadaan Kecemasan Dan Serba Kekurangan, Pasutri Ini Berupaya Untuk Menutupi Dinding Rumah Yang Telah Roboh Dengan Kayu Lapuk Yang Ditempel Seadanya. Kondisi Semakin Diperparah Saat Musim Penghujan Tiba, Atap Yang Telah Jebol Akibat Diterjang Angin Puting Beliung Ini Terpaksa Mereka Tutupi Dengan Plastik Seadanya. Agar Rumah Kecil Milik Mereka Tidak Digenangi Air Serta Tidak Mengganggu Tidur Ketiga Buah Hatinya Yang Masih Kecil”kata rohani menambahkan.

“Menurut Pengakuan Rohani, Meskipun Kondisi Mereka Serba Kekurangan Seperti Ini, Keluarga Miskin Tersebut Belum Pernah Mendapatkan Bantuan Layak Huni Maupun Tenda Darurat Dari Pemerintah Daerah Setempat”Ungkapnya.

Mereka Berharap Agar Pemerintah Daerah Setempat, Dapat Mengupayakan Bantuan Rumah Layak Huni Supaya Mereka Dapat Tinggal Dengan Kondinya Aman.

Menanggapi Hal Itu, Ketua Tuha Peut Desa Trieng Pantang  Kecamatan Lhoksukon  Aceh Utara  T Munizar Saat Dikonfirmasi Via Telpon Mengatakan,  Untuk Bantuan Masa Panik Telah Diberikan Sebelumnya Namun Untuk Penanganan Secara MaksimalPemerintah Daerah Belum Memiliki Anggaran. Sedangkan Untuk Dana DesaTelah Dialihkan Untuk Penanganan Covid-19.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments