Foto : Pemandangan Sampah di Jalan Utama Kota Lhokseumawe

Permasalahan sampah masih menjadi masalah utama bagi Pemerintah Kota Lhokseumawe. seperti yang terlihat di jalan utama saat memasuki Kota Lhokseumawe, tepatnya di ujung jembatan Cunda Kecamatan Banda Sakti.

Meski telah ditempelkan plang larangan membuang sampah, namun warga tetap nekat membuang sampah di tempat tersebut. Sehingga merusak keindahan kota serta menimbulkan bau tak sedap.

Kondisi ini telah terjadi sejak beberapa bulan terakhir,  bahkan sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi para pengendara yang melintasi kawasan tersebut.

Meski telah ditempelkan plang larangan membuang sampah, namun warga tetap nekat membuang sampah di tempat itu.

Sampah yang didominasi dengan sampah plastik hingga sampah rumah tangga ini, tentu merusak keindahan kota, aroma busuk yang berasal dari tumpukan sampah juga kerap dirasakan oleh para pengguna jalan.

Kondisi seperti ini juga terjadi di beberapa titik lainnya di jalan protokol Kota Lhokseumawe. Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Lhokseumawe, Marsidan menyebutkan, tumpukan sampah di jalan utama masuk Kota Lhokseumawe itu diakibatkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, mengingat pihak DLHK telah menyediakan bin kontainer sampah di sejumlah titik.

“Permasalahan sampah yang kita hadapi di jembatan Cunda, itu sebenarnya kurangnya kesadaran dari masyarakat sipil, karena ada tempat pembuangannya (sampah) di pasar Cunda.” Jelas Marsidan menerangkan.

Pihaknya juga rutin mengangkut sampah di tempat tersebut empat kali sehari, namun demikian, masyarakat tetap membuang sampah, hingga bertumpukan seperti saat ini.

Berdasarkan pantauan jurnalis pujatvaceh di lapangan,DLHK Kota Lhokseumawe hanya menempatkan tujuh belas bin kontainer sampah, dari tujuh puluh titik yang dibutuhkan, sehingga masyarakat kekurangan tempat untuk membuang sampah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini