Aceh UtaraPujatvaceh.com Untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta pendapatan kelompok tani, Korem 011 Lilawangsa, bersama PT Pupuk Iskandar Muda, serta Pemkab Aceh Utara, mengubah 100 hektare lahan tidur di Desa Alue Keureunyai, Kecamatan Banda Baroe, Aceh Utara yang merupakan daerah bekas konflik menjadi lahan produktif dengan ditanami komoditi jagung melalui program makmur agrosolusi.

Kegiatan ditandai dengan penanaman bibit jagung perdana, yang dilakukan pada Rabu (13/10) siang. Program gagasan Kementrian BUMN melalui PT. Pupuk Indonesia ini dinilai mampu mensejahterakan petani di kawasan Desa Alue Keureunyai, karena memiliki jaminan asuransi, jaminan ketersediaan pupuk, hingga pendampingan ahli agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Danrem 011 Lilawangsa, Kolonel Infanteri Sumirating Baskoro, mengatakan, lahan seluas 100 hektare ini merupakan lahan milik masyarakat di kawasan tersebut, yang diajak bekerja sama dengan PT. Pupuk Iskandar Muda, Aceh Utara, untuk menjalankan program makmur guna memberdayakan petani sekitar.

“Hari ini kami mengadakan program Makmur Agro Solusion, jadi program ini khusus untuk memberdayakan masyarakat di derah-daerah pedalaman serta memberdayakan tanah-tanah yang belum produktif. Jadi kita bekerja sama untuk memberdayakan kelompok-kelompok tani yang ada disini sehingga petani kita bekerja dengan tenang dan maksimal” jelas Kolonel Inf Sumirating Baskoro

Sementara itu, direktur keuangan dan umum PT. Pupuk Iskandar Muda, Rohan Samsul Hadi berharap, dengan adanya program makmur tersebut, bisa membantu sekaligus memajukan usaha rakyat.

Dalam program ini, pihaknya bersinergi dengan Bank Syariah Indonesia sebagai pihak pendanaan, serta Korem O11 Lilawangsa dan Pemkab Aceh Utara sabagai pihak pengawasan. Untuk kedepannya, pihaknya juga akan melanjutkan program tersebut ke sejumlah daerah lainnya.

“Dari program ini adalah  nanti petani bisa fokus untuk mengerjakan, petani memiliki lahan untuk mengerjakannya dan pupuk serta pendanaan juga kami sediakan. Harapannya pada saat panen sudah ada off takernya sehingga petani dalam menggarap program ini menjadi tenang,” jelas Rohan Samsul Hadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini