LhokseumawePujatvaceh.comNelayan tradisional di Pesisir Pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, keluhkan kelangkaan solar subsidi di daerah tersebut, sejak sepekan terakhir.

Hendra, salah seorang nelayan mengaku, akibat kelangkaan bahan bakar itu para nelayan perahu tradisional jenis dompeng terpaksa tidak melaut, karena dalam sekali melaut,  bahan bakar solar yang  diperlukan mencapai 35 liter.

Menurutnya, kelangkaan solar ini sering terjadi menjelang akhir bulan. Untuk mengisi kekosongan saat tidak melaut, mereka memilih untuk memperbaiki kapal hingga jaring tangkap.

Biasanya, mereka mengambil solar subsidi di SPBU nelayan yang ada di kawasan tersebut, namun jika jika bahan bakar di tempat itu kosong, maka mereka tidak bisa mengambilnya ditempat lain.

“Kami ini nelayan setiap harinya selalu melaut dan untuk mencari minyak sekarang sangat susah, walaupun ada uang cari ditempat lain tidak di kasih selain ditempat sendiri. Dan terkadang baru ada minyak setiap tanggal 1,” jelas, Hendra, Nelayan Tradisional

Menurut nelayan tradisional jenis dompeng ini, kondisi kelangkaan solar tersebut berbeda dengan para nelayan yang menggunakan kapal GT, karena mereka memiliki surat khusus untuk membeli bahan bakar solar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini