Aceh Barat Daya – Pujatvaceh.com – Kondisi Husnul Qatimah (9) yang sungguh memprihatinkan, ia melewati hari-harinya hanya ditemani sang ibu, Halimatun Nur Suria dan 2 kakak kandungnya yang kini sudah duduk di bangku sekolah dasar.
Husnul Qatimah hanya terbaring lemas di lantai yang beralaskan kasur palembang, akibat menderita penyakit komplikasi sejak lahir. Selain pertumbuhan yang tidak seperti anak-anak seusia pada umumnya, kedua matanya juga mengalami kebutaan serta mengalami kelumpuhan.
Dengan kondisi tidak bisa berbicara, sesekali hanya isak tangis yang terdengar dari mulut Husnul Qatimah, karena mehanan rasa sakit yang dialaminya. Selama ini, jika kondisi kesehatannya menurun, Husnul Qatimah hanya dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Barat Daya, apabila orang tuanya memiliki uang untuk berobat.
Mirisnya lagi, Sukardy, suami Halimatun Nur Suria pergi meninggalkan rumah sejak 3 bulan Husnul Qatimah dalam kandungan, yaitu sekitar tahun 2011 dengan dalih mencari pekerjaan di Kota Banda Aceh, namun hingga kini suaminya menghilang dan tak kunjung pulang ke rumah.
Halimatun mengatakan, selama ini ia hanya tinggal bersama 3 anaknya di rumah, dan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, dirinya bekerja sebagai pembantu di rumah tetangga dan hanya mendapatkan upah 500 ribu rupiah dalam satu bulan.
“Umurnya 9 tahun, keadaan tidak bisa duduk, tidak bisa melihat dan tidak bisa makan, namun hanya susu yang bisa dikonsumsi. Saya sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan berharap ke depannya ada solusi untuk pengobatan Husnul Qatimah,” tutur Halimatun.
Ia berharap, pemerintah dapat membantu memberikan dana untuk kebutuhan hari-hari selama proses pengobatan anaknya di rumah sakit di Banda Aceh. Karena selama ini, ia tak membawa anaknya berobat, lantaran tidak memiliki uang yang cukup untuk kebutuhan hari-hari, jika anaknya menjalani pengobatan.
Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Husnul Qatimah sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah, serta uluran tangan dari para dermawan, untuk membantu pengobatan anaknya di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh.






