Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Malnutrisi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Aceh, berdasarkan dari data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, menunjukkan bahwa, prevalensi stunting di Aceh berada pada angka 37,1 persen, dan angka ini merupakan peringkat ketiga di Indonesia.
Pemerintah Aceh akan terus melakukan kerjasama dengan Unicef Indonesia dalam menurunkan prevalensi stunting kurang dari 20 persen. Serta menekan persentase balita gizi buruk, dari 2,6 persen menjadi 2,1 persen, dan persentase balita kurang gizi, dari 14,1 persen menjadi 11,8 persen.
Dalam hal tersebut, Unicef telah mendampingi 8 kabupaten kota di Aceh, melalui program-program yang menitikberatkan pada integrasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, gizi, sanitasi serta kebersihan lingkungan, pengasuhan hingga perlindungan sosial, mengingat malnutrisi anak disebabkan oleh berbagai faktor.
Kepala Unicef Indonesia, Andi Yoga Tama kepada Puja Tv di sela-sela kegiatan diskusi menerangkan, mengenai berbagai praktik, baik dalam pencegahan dan pengentasan malnutrisi ibu dan anak di banda aceh.
Selama tiga tahun ke belakang ini, angka stunting di Aceh mengalami penurunan. Lantas, Unicef akan terus berkomitmen dalam hal menanggulangi malnutrisi di Aceh.
“Jadi terkait pergub stunting kami akan dukung bersama dinkes dan sektor yang terlibat lainnya, jadi kalau kita berbicara stunting bukan hanya kerjaan dinas kesehatan, tapi juga kerja sektor-sektor lainya yang terkait,”ungkap Andi Yoga Tama, Kepala Unicef Indonesia Perwakilan Aceh.
Unicef berharap agar komitmen yang sudah berjalan selama ini, dapat terus berlanjut dan bisa diikuti oleh kabupaten kota lainnya di Provinsi Aceh. Unicef Indonesia juga terbuka untuk menerima kerjasama dengan berbagai kabupaten kota di aceh.





