Kenaikan Pertamax Berdampak pada Pengeluaran Masyarakat di Bener Meriah

Bener Meriah – Pujatv.com Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax kembali menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, warga mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan transportasi sehari-hari.
PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi secara nasional. Untuk wilayah Aceh, harga Pertamax (RON 92) kini mencapai Rp16.650 per liter, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan harga tersebut langsung dirasakan masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil, pekerja harian, serta warga yang memiliki mobilitas tinggi dan bergantung pada kendaraan bermotor. Mereka menilai lonjakan harga BBM turut menambah beban pengeluaran rumah tangga yang sudah tertekan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.

Sejumlah warga mengaku keberatan dengan kenaikan harga Pertamax karena dinilai berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Selain meningkatkan biaya transportasi, kenaikan harga BBM juga dikhawatirkan memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menekan dampak kenaikan harga BBM, termasuk dengan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus di wilayah tengah Aceh seperti Bener Meriah yang berada di kawasan dataran tinggi. Jarak antarwilayah yang cukup jauh membuat kebutuhan BBM masyarakat relatif tinggi. Sebelumnya, daerah ini juga sempat mengalami persoalan pasokan BBM yang memicu kenaikan harga eceran hingga mencapai Rp30 ribu per liter di sejumlah lokasi.
Hingga kini belum ada tanda-tanda penurunan harga Pertamax. Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih konkret, termasuk pemberian subsidi yang tepat sasaran dan kebijakan yang mampu meringankan beban masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan pegunungan.





