Bahlil Marah Saat Rapat Kerja DPR Bahas Tata Kelola Energi


Jakarta – Pujatv.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan dirinya tidak pernah memainkan proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan. Di tengah situasi geopolitik global yang memanas, Bahlil juga menyatakan tidak akan tunduk pada tekanan maupun intimidasi dari pihak mana pun.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026). Rapat membahas asumsi dasar sektor ESDM dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 serta penetapan asumsi dasar sektor ESDM tahun 2027.

Suasana rapat sempat memanas ketika pembahasan menyentuh tata kelola komoditas energi, khususnya terkait persetujuan RKAB sektor batu bara dan mineral. Bahlil membantah keras adanya tuduhan permainan dalam proses persetujuan dokumen tersebut.
Menurutnya, seluruh proses persetujuan RKAB dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil kementeriannya selalu mengacu pada regulasi dan kepentingan negara.
Dalam rapat tersebut, Bahlil juga menyinggung adanya berbagai tekanan yang kerap muncul terkait pengelolaan sektor energi dan pertambangan. Namun, ia menegaskan tidak akan terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu maupun desakan dari kalangan pengusaha.

Selain membahas tata kelola pertambangan, rapat kerja juga menyoroti sejumlah isu strategis lainnya, seperti pasokan LPG nasional dan kebijakan relaksasi ekspor batu bara. Pembahasan kedua isu tersebut memicu perdebatan cukup sengit antara pemerintah dan sejumlah anggota dewan.
Menanggapi hal itu, Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan relaksasi ekspor batu bara dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan stabilitas pasar, kebutuhan dalam negeri, serta upaya menjaga penerimaan negara dari sektor pertambangan.
Pemerintah berharap berbagai kebijakan di sektor energi dan sumber daya mineral dapat tetap berjalan optimal di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang terus berkembang.





