Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Penyaluran Jaringan Gas atau JARGAS Rumah Tangga, perlu dilakukan penggalian untuk memasang pipa – pipa disepanjang jalan bahkan ke sudut rumah warga. Namun selama pekerjaan tersebut, warga Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, mengeluhkan dampak lubang di jalan, dan tidak terpasang rambu- rambu.

Hal tersebut mengakibatkan pengendara roda dua dan roda empat terperosok ke lubang bekas galian tersebut. Bekas lubang galian tersebut dianggap sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan berisiko jatuhnya korban jiwa.

Disisi lain, warga sangat mendukung dan mengapresiasi proyek Strategis Nasional Kementerian ESDM sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun memang selama pengerjaan, pihak perusahaan kurang memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Salah seorang warga Desa Uteunkot, Tono mengatakan, sisa material aspal bekas galian itu kerap tersangkut di ban mobil pengendara dikarenakan penutupan lubang tidak maksimal. Bahkan, pengguna jalan lainnya juga kerap terperosok ke dalam lubang saat musim penghujan karena jalan tertutup oleh genangan air hujan.

Seharusnya setelah penggalian dan pengerjaan, bekas galian tersebut ditutup kembali secara maksimal. Namun kondisi jalan tersebut tergenang air akibat tidak maksimalnya penutupan bekas galian, sehingga ketika kendaraan melintas, ban kendaraan terperosok masuk ke dalam lubang bekas galian. Kami memohon kepada pihak yang terkait baik pemerintah maupun perusahaan sekiranya dapat memberikan prioritas utama untuk penanganan bekas kalian agar lebih aman dalam berkendara” kata Tono, Warga Desa Uteunkot.

Sementara itu, Manager PT Adhi Karya Persero, wilayah Kota Lhokseumawe, meminta kepada masyarakat agar bersabar, usai penggalian dan selesai dikerjakan, bekas jalan maupun parit akan diperbaiki seperti semula.

“Kepada warga agar bersabar karena memang saat ini kita masih dalam tahap proses konstruksi sekitar 90% dan precon-commissioning sebesar 60%, sehingga bekas galian dan parit tetap akan diperbaiki sebagaimana mestinya. Rekondisi pengembalian jalan ke kondisi semula itu akan kita lakukan setelah pengujian” tutur Ikrar Falmieuan Hayyu Purba, Manager PT Adhi Karya Persero.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini